Pantau Flash
Jaksa Agung Bantah Pernah Komunikasi dengan Djoko Tjandra
PSBB Ketat Jakarta Kembali Diperpanjang 14 Hari
Kasus Positif COVID-19 di RI Capai 262.022, Jumlah Meninggal Dunia 10.105
Febri Diansyah Mundur dari KPK
Idap Kanker Paru Stadium 4, Suami Bupati Bogor Ade Yasin Tutup Usia

Miris! Bayi Dugong Ini Akhirnya Mati Dibunuh Sampah Plastik

Miris! Bayi Dugong Ini Akhirnya Mati Dibunuh Sampah Plastik Duyung. (Foto: YouTube via Antara)

Pantau.com - Seekor bayi duyung, yang sempat diselamatkan di Thailand awal tahun ini, akhirnya mati pada Sabtu akibat potongan sampah plastik yang menyumbat sistem pencernaannya, demikian diumumkan pihak berwenang.

Duyung tersebut, yang oleh masyarakat Thailand dinamai Marium, yang berarti "nyonya laut",  berada di bawah pengawasan pihak berwenang Thailand sejak ia ditemukan terdampar di sebuah pantai di provinsi selatan Krabi pada bulan April lalu.

Dikutip dari Reuters, Minggu (18/8/2019), Tim pengawas telah memberi susu dan rumput laut sebelum melepaskannya kembali ke laut beberapa kali. Tetapi, bayi duyung itu selalu kembali dengan membawa luka-luka dari laut.

Baca juga: Bukan Hanya Ular, 5 Hewan Ini Juga Punya Racun Paling Mematikan di Bumi

Pekan lalu, Marium dinyatakan sakit. Ia tidak mau makan dan kehilangan banyak berat badan, kata Nantarika Chansue, salah satu dokter hewan yang merawatnya. Bayi duyung itu dinyatakan mati oleh Departemen Sumber Daya Kelautan dan Pesisir di halaman Facebook departemen.

Tim beranggotakan 10 dokter hewan melakukan autopsi pada Marium. Lima jam setelah sang bayi mati, mereka menyimpulkan bahwa sampah plastik adalah penyebab kematian Marium.

"Banyak potongan plastik kecil menyumbat ususnya dan menimbulkan peradangan, yang menyebabkan infeksi darah dan radang paru-paru," kata Nantarika di Facebook.

Baca juga:

"Semua orang sedih dengan kehilangan ini, tetapi kondisi ini menegaskan bahwa kita perlu menyelamatkan lingkungan untuk menyelamatkan hewan laut langka ini."

Duyung terdaftar sebagai salah satu dari 19 hewan liar yang dilindungi undang-undang Thailand, yang melarang hewan-hewan itu diburu atau diperdagangkan. 

Pada Juni, sebuah perhimpunan 10 negara Asia Tenggara, termasuk Thailand, mengesahkan deklarasi bersama untuk memerangi sampah laut di kawasan tersebut.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: