Pantau Flash
Berbeda dengan Muhammadiyah, PBNU Tetap Ikut POP Kemendikbud
Bukan 29 tapi 31 Perkantoran di DKI Dinyatakan Ditutup Akibat COVID-19
8 Anggota Paskibraka akan Kibarkan Merah Putih di Istana pada HUT RI
Bio Farma Lakukan Uji Klinis Tahap Ketiga Vaksin COVID-19 Hari Ini
Kasus Positif COVID-19 di RI Mencapai 118.753 per 6 Agustus 2020

Miris! Rusa Ditemukan Mati dengan Perut Penuh Sampah hingga 7 Kg

Miris! Rusa Ditemukan Mati dengan Perut Penuh Sampah hingga 7 Kg Sejumlah dokter hewan menemukan rusa mati dengan perut penuh sampah. (Reuters)

Pantau.com - Seekor rusa ditemukan mati di sebuah taman nasional di Thailand dengan perut berisi tujuh kilogram sampah plastik. Penemuan mengenaskan ini meningkatkan alarm tentang sampah plastik di hutan negara tersebut.

Seekor rusa berusia 10 tahun dengan bobot 200 kilogram dan panjang 135 sentimeter ditemukan tewas di sebuah taman nasional di Provinsi Nan, sekitar 630 kilometer utara Ibu Kota Bangkok, Thailand.

Rusa itu dilaporkan tidak punya luka luar, dan diprediksi sudah mati selama beberapa hari, jelas pejabat setempat.

Baca juga: Kamu Harus Tahu! Ini 5 Fakta Plastik yang Mengancam Kehidupan di Bumi

Dilansir The Guardian, Kamis (28/11/2019), Direktur Kawasan Lindung di Taman Nasional Khun Sathan Kriangsak Thanompun mengatakan, otopsi telah dilakukan pada rusa tersebut, dan hasilnya ditemukan bahwa sampah plastik di perut rusa menjadi salah satu penyebab kematia hewan itu.

Sampah sekitar tujuh kilogram itu terdiri dari sampah plastik kemasan kopi, mie instan, kantong sampah, handuk, hingga pakaian dalam.

Seorang dokter hewan menimbang sampah yang ditemukan dalam perut rusa. (Getty Images)

Kematian hewan akibat plastik ini mencuat di media sosial, dan memicu debat publik tentang kebutuhan mendesak Thailnad untuk mengatasi kecanduan plastik. "Hilangnya rusa liar adalah tragedi lain," ujar Kriangsak.

"Ini menunjukkan bahwa kita harus menganggap serius dan mengurangi plastik sekali pakai. Serta menyerukan produk ramah lingkungan".

Dikutip Sky News, kematian rusa ini juga membuat taman nasional mempertimbangkan aturan baru terkait sampah yang dibawa oleh para pengunjung. Jika aturan tersebut berlaku, nantinya para pengunjung akan diminta untuk membawa sampah mereka dan diserahkan ke petugas di pintu keluar untuk dipilah kembali.

Baca juga: Miris! Bayi Dugong Ini Akhirnya Mati Dibunuh Sampah Plastik

Penemuan rusa dengan perut penuh sampah ini terjadi beberapa bulan usai bayi duyung yang menjadi hewan favorit di Thailand berjuang untuk kesembuhannya karena infeksi akibat potongan plastik yang berada di lapisan perutnya.

Masalah ini bukanlah kali pertamanya. Sebelumnya hewan laut seperti kura-kura dan ikan duyung ditemukan mati di perairan yang tersumbat dengan sampah. Dari hasil otopsi ditemukan bahwa plastik yang terdapat di lapisan perut hewan tersebut menyebabkan kematian.

Negara-negara di Asia Tenggara merupakan salah satu konsumen platik terbesar di dunia. Di Thailand, setiap orangnya bisa menggunakan hingga 3.000 kantong plastik sekali pakai setiap tahunnya, baik untuk membungkus makanan, kopi, atau bahan makanan kemasan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW

Berita Terkait: