Pantau Flash
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil
KPU dan Kemendagri Sedang Siapkan Protokol Kesehatan Tahapan Pilkada 2020
Sisa Laga Kualifikasi PD 2022 Zona Asia Akan Dilanjutkan Oktober-November

Oxygen Bars: Tren Baru Membayar untuk Bernapas di India

Oxygen Bars: Tren Baru Membayar untuk Bernapas di India Ilustrasi. (Foto: Reuters/Anushree Fadnavis)

Pantau.com - Tingkat darurat polusi udara di New Delhi, India, telah melahirkan mode baru, yakni oxgyen bars. Oxygen bars menjamur dengan cepat di kota tersebut untuk membantu penduduk setempat bernapas dengan mudah. Tetapi, beberapa orang menanggap itu bukanlah hal yang menyenangkan.

Dilansir Russian Times, Selasa (19/11/2019), pejabat di New Delhi baru-baru ini dipaksa untuk mendeklarisasikan darurat kesehatan akibat kualitas udara yang berbahaya usai melonjak 20 kali lebih tinggi dari standar yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Polusi udara yang menyelimuti kota itu tak bisa dihindari oleh penduduknya. Kini mereka di India harus membayar untuk bernapas. Bagi mereka yang memiliki uang lebih, mungkin akan memilih ke oxygen bars untuk menghirup udara bersih.

Baca juga: Perempuan Tua Berusia 92 Tahun Ini Jadi Most Wanted Anak-anak India

Salah satu oxygen bars di kota itu dijuluki Oxy Pure, terletak di sudut pusat perbelanjaan dengan lampu-lampu yang mencolok dan etalase yang bening, di sini mereka menyediakan udara bersih. Untuk bernapas, pelanggan harus membayar antara 299 dan 499 rupee atau sekitar USD7. Itupun hanya untuk waktu 15 menit saja. 

"Polusi udara akan mencapai tingkat berbahaya sehingga orang-orang datang ke sini menghirup oksigen murni," ujar pemilik Oxy Pura, Aryavir Kumar kepada National.

Sementara itu, setiap musim dingin kualitas udara yang buruk di kota-kota India akan sedikit mereda, dan petani mulai membakar sisa-sisa tanaman untuk memberi ruang bagi panen berikutnya. Inilah, yang menurut Kumar, telah mendorong lonjakan bisnis oxygen bars miliknya.

Baca juga: Ibu Kota India 'Dikepung' Asap, Masyarakat Derita Batuk Kering

"Kami akan mendapatkan 15-20 orang sehari (sebelum). Sekarang kami mendapatkan 30-40 pelanggan setiap hari," katanya. "Ada peningkatan luar biasa dalam jumlah pelanggan dalam dua minggu terakhir."

Terlepas dari itu, banyak warganet di media sosial menemukan bahwa oxygen bars ini masuk dalam konsep dystopian, yang menunjukkan bahwa hanya orang kaya yang mampu menghirup udara bersih di masa depan.

Sebagai informasi, India merupakan rumah bagi 15 dari 20 kota paling tercemar di dunia. Kesengsaraan akibat kualitas udara di negara ini mungkin akan mendorong lebih banyak penduduknya yang mendatangi oxygen bars, atau bahkan membeli oksigen murni itu sendiri.


Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Kontributor - ANU

Berita Terkait: