Pasca Diserang, Raja Salman Sepakat Tambah Pasukan Militer AS

Headline
Presiden Amerika Seirkat Donald Trump berbicara dengan Putera Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (Foto: Reuters/Kevin Lamarque)Presiden Amerika Seirkat Donald Trump berbicara dengan Putera Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (Foto: Reuters/Kevin Lamarque)

Pantau.com – Raja dan putera mahkota Arab Saudi telah menyetujui penempatan pasukan dan peralatan tambahan dari militer Amerika Serikat, demikian dilaporkan kantor berita SPA, Sabtu (12/10/2019).

Persetujuan itu terungkap setelah sarana-sarana minyak kerajaan tersebut mengalami serangan pada September.

AS telah mengumumkan akan menempatkan sekitar 3.000 personel pasukan ke negara Teluk itu, termasuk skuadron tempur, sayap ekspedisi udara serta personel pertahanan udara.

Baca juga: Trump Sebut Menteri Keamanan Dalam Negeri AS McAllean Mengundurkan Diri

Pengumuman AS itu muncul di tengah ketegangan yang meningkat dengan musuh bebuyutan Saudi, Iran. Presiden Donald Trump sebelumnya mengungkapkan bahwa Saudi sudah setuju untuk membayar keberadaan militer AS tersebut.

Laporan SPA menyebutkan keberadaan militer AS tersebut hanya dimungkinkan dalam kerangka “hubungan bersejarah dan kemitraan yang sudah terjalin dengan baik” antara kedua negara.

rn

Tim Pantau
Penulis
Nani Suherni