Pantau Flash
Siap-siap, Beli Ponsel di Atas Rp7 Juta dari Luar Negeri Wajib Daftar IMEI
Arab Saudi Stop Umrah, Hidayat Nur Wahid: Baik Dilakukan untuk Cegah Korona
Lion Air Jemput 13.000 Jamaah Umrah Kembai ke Indonesia
Bank Indonesia Yakin Ekonomi Membaik di Semester II-2020
Lion Air Hentikan Sementara Penerbangan Umrah ke Arab Saudi

Pegawai Konsulat Inggris Asal China Ditahan di Hong Kong

Pegawai Konsulat Inggris Asal China Ditahan di Hong Kong Bendera China (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Seorang warga negara China yang bekerja di konsulat Inggris di Hong Kong ditahan di kota perbatasan China, Shenzhen, karena melanggar hukum.

Penahanan itu kemungkinan bisa memperburuk hubungan yang tegang antara Beijing dan London. Inggris menyatakan "sangat prihatin" dengan laporan bahwa anggota staf konsulat di bekas jajahannya itu telah ditahan.

Anggota staf itu, Simon Cheng, tidak kembali bekerja pada 9 Agustus setelah mengunjungi Shenzhen sehari sebelumnya.

Baca juga: Duterte Sebut Kapal-kapal Militer China Akan Terima Tindakan Tak Bersahabat

Keluarga mengonfirmasi kepergian Cheng pada Selasa 20 Agustus 2019 malam di Facebook. Mereka mengatakan Cheng melakukan perjalanan dari Hong Kong ke Shenzhen pada pagi 8 Agustus untuk kepentingan bisnis.

Ketika berbicara pada acara jumpa pers harian di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengungkapkan bahwa Cheng ditahan selama 15 hari oleh polisi Shenzhen karena melanggar peraturan manajemen keamanan publik. Geng tidak memberikan keterangan lebih rinci. 

Cheng adalah warga negara China dan masalah itu sepenuhnya adalah urusan dalam negeri China, kata Geng. "Adapun soal komentar Inggris, kami telah memberikan uraian yang tegas kepada Inggris atas serangkaian komentar dan tindakan yang telah mereka buat soal Hong Kong," katanya, menambahkan.

Baca juga: Rusia vs Amerika Serikat, Ini Dia 10 Negara Terkuat di Dunia

"Kami meminta mereka berhenti membuat pernyataan tidak bertanggung jawab ini, berhenti mencampuri urusan Hong Kong dan berhenti mencampuri urusan dalam negeri China."

Polisi Shenzhen menolak memberikan komentar mengenai masalah tersebut. Hong Kong dilanda gelombang unjuk rasa antipemerintah dalam beberapa pekan terakhir dan Beijing menuduh Inggris serta negara-negara Barat lainnya ikut campur dalam urusan mereka.

Inggris, Amerika Serikat, dan negara-negara lain telah mendesak China untuk menghormati formula "satu negara, dua sistem". Berdasarkan formula itu, Hong Kong dikembalikan oleh Inggris kepada pemerintahan China pada 1997.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: