Pemilu Kazakhstan: Mantan Jadi Presiden Lagi

Headline
Mantan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev (foto: Istimewa)

Pantau – Pemilihan umum (pemilu) sudah selesai dilakukan di Kazakhstan. Hasilnya mantan Presiden Kassym-Jomart Tokayev meraih suara terbanyak.

Pemilu di Kazakhstan selesa digelar pada Minggu (20/11/2022). Media pemerintah telah melangsungkan jejak pendapat dengan hasil Tokayev memperoleh suara mayoritas untuk tetap sebagai kepala negara, mengutip AFP.

Tokayev meraih sebanyak 82,45 persen suara dan memberinya kemenangan yang diharapkan secara luas.

Kemenangan Presiden Tokayev hanyalah kesimpulan sebelumnya lantaran pria berusia 69 tahun itu tidak menghadapi perlawanan nyata.

Kazakhstan menggelar Pemilu pada Minggu (20/11/2022). Ada enam capres yang berlaga pada pemilu tersebut.

Menurutnya Duta Besar Kazakhstan untuk Indonesia, Daniyar Sarekenov, ada sejumlah hal menarik dalam pemilihan presiden kali ini. Di antaranya calon presiden tidak lagi mewakili partai politik melainkan asosiasi nasional, serta jabatan presiden hanya satu periode yaitu 7 tahun.

“Mungkin yang paling penting, saya harus menyampaikan masa jabatan baru presiden. Seperti yang Anda tahu, dalam pidato negara tanggal 1 September, Presiden Tokayev membatasi masa jabatan presiden untuk saru periode tujuh tahun tanpa hak untuk mencalonkan ulang,” ujarnya di Kedutaan Kazakhstan, Jumat (18/11/2022).

“Ini bisa dinilai sebagai terobosan nyata dalam demokrasi di negara kami. Satu periode tujuh tahun akan menghilangkan resiko monopoli kekuasaan dan memperkuat prinsip dasar demokrasi,” sambungnya.

[Laporan: Kiki]

Tim Pantau
Editor
Renalya Arinda
Penulis
Renalya Arinda