Pantau Flash
4,99 Juta Warga Telah Terima BLT Dana Desa
Polda Metro Tangkap Tersangka Penyebar Video Asusila Mirip Syahrini
Menristek Sebut Pembuatan Vaksin COVID-19 Masih Tahap Awal
Gantikan Helmy Yahya, Iman Brotoseno Resmi Dilantik Sebagai Dirut TVRI
Menuju 'New Normal', Magelang Akan Perketat Protokol Kesehatan

Pendiri WikiLeaks Divonis Hukuman Penjara 50 Pekan di Inggris

Pendiri WikiLeaks Divonis Hukuman Penjara 50 Pekan di Inggris Pendiri WikiLeaks Julian Assange meninggalkan Southwark Crown Court setelah dijatuhi hukuman di London. (Foto: Reuters/Henry Nicholls)

Pantau.com - Pendiri WikiLeaks Julian Assange dijatuhi hukuman penjara selama 50 pekan oleh pengadilan Inggris pada Rabu, 1 Mei 2019. Assange dihukum karena melanggar perintah pengadilan London pada tujuh tahun lalu.

Hakim Deborah Taylor mengatakan, Julian Assange telah melanggar posisi istimewanya untuk menghindari hukum dan menyatakan penghinaan terhadap keadilan Inggris.

"Anda mungkin takut terhadap apa yang mungkin akan terjadi, namun anda memiliki pilihan. Sulit untuk membayangkan sebuah contoh yang lebih serius dari pelanggaran ini," kata Taylor kepada Assange, yang mengenakan jaket berwarna hitam di Southwark Crown Court, seperti dilansir Reuters, Kamis (2/5/2019).

Baca juga: Upaya Peretasan di Ekuador Meningkat Pasca Penangkapan Julian Assange

Kasusnya di Inggris muncul setelah Assange dituduh oleh dua wanita Swedia melakukan penyerangan seksual dan pemerkosaan di tahun 2010. Namun hal itu dibantah oleh Assange.

Ia kemudian mencari perlindungan di kedutaan Ekuador pada Juni 2012 untuk menghindari ektradisi ke Swedia, dan diserahkan oleh Kedutaan Ekuador pada 11 April lalu.

Julian Assange mencuri perhatian dunia sejak awal 2010, ketika WikiLeaks menerbitkan sebuah video militer AS yang menunjukan serangan 2007 di Baghdad yang menewaskan puluhan orang, termasuk dua staf kantor berita Reuters.

Baca juga: Presiden Ekuador Tuding Assange Gunakan Kedubes untuk Pusat Mata-mata

Namun, bagi sebagian orang, Assange adalah pahlawan yang mengekspos penyalahgunaan kekuasaan oleh negara modern yang selalu menyuarakan kebebasan. Sebagian lainnya menganggap Assange telah melemahkan keamanan AS.

Kuasa hukum Assange berpendapat bahwa Assange diselimuti ketakutan akan ektradisi ke Amerika, yang dituduh telah membocorkan rahasia pemerintah.

Banyak dokumen yang berkaitan dengan perang, keamanan nasional, bahkan penilaian kepada pemimpin dunia seperti Presiden Rusia Vladimir Putin dan keluarga Kerajaan Saudi. AS telah mendakwa Assange dengan konspirasi dan tengah melakukan upaya ektradisi.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: