Pengadilan Jepang Tegaskan Larangan Pernikahan Sesama Jenis

Headline
Ilustrasi pasangan sesama jenis (Pixabay)Ilustrasi pasangan sesama jenis (Pixabay)

Pantau.comPengadilan distrik di Jepang memberikan pukulan bagi pasangan gay dan aktivis LGBTQ Jepang dengan memutuskan hukum negara yang tak mengakui pernikahan sesama jenis adalah konstitusional.

Pengadilan distrik Osaka pada hari Senin (21/6/2022) menolak gugatan dari tiga pasangan sesama jenis dengan alasan kurangnya pengakuan pernikahan sesama jenis telah melanggar hak konstitusional mereka.

Namun pengadilan memihak pemerintah, memutuskan bahwa di bawah konstitusi, definisi pernikahan tidak mencakup antara orang-orang dari jenis kelamin yang sama, lembaga penyiaran publik NHK melaporkan.

Putusan pengadilan Osaka menghancurkan harapan para aktivis hak-hak gay yang menekan pemerintah untuk memikirkan kembali penentangannya terhadap pernikahan sesama jenis.

Putusan pengadilan Osaka sangat kontras dengan putusan bersejarah oleh pengadilan distrik Sapporo di prefektur Hokkaido utara Jepang pada Maret 2021.

Pada kesempatan itu, pengadilan Sapporo memutuskan kegagalan pemerintah untuk mengakui pernikahan sesama jenis melanggar hak konstitusional atas kesetaraan, meskipun juga telah menolak klaim ganti rugi yang serupa.

Jepang tetap menjadi satu-satunya negara Kelompok Tujuh (G7) yang belum mengakui baik serikat sipil sesama jenis atau pernikahan sesama jenis di tingkat nasional.

Namun, beberapa bagian negara mengeluarkan “sertifikat kemitraan” yang memberikan beberapa hak kepada pasangan sesama jenis, seperti mengizinkan mereka untuk menyewa properti dan memiliki hak kunjungan ke rumah sakit.

Pernikahan sesama jenis di Asia

Jepang, di mana homoseksualitas telah legal sejak 1880, relatif liberal dibandingkan dengan beberapa negara Asia.

Misalnya, seks gay tetap ilegal di Singapura meskipun ada seruan untuk mengubah undang-undang era kolonialny.

Mahkamah Agung India memutuskan pada 2018 bahwa seks gay tidak lagi merupakan pelanggaran pidana. Namun, negara itu tetap tidak mengakui pernikahan sesama jenis.

China juga tidak mengakui pernikahan sesama jenis meskipun kesadaran akan isu-isu LGBTQ meningkat di negara tersebut. Meskipun tidak ada undang-undang yang melarang hubungan sesama jenis di China, itu tetap menjadi topik tabu yang secara rutin diteliti dan bahkan disensor di media sosial.

Namun, beberapa sudut Asia telah melihat kemajuan baru-baru ini dalam masalah ini.

Pada tahun 2019, pulau Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri menjadi tempat pertama di Asia yang melegalkan pernikahan sesama jenis.

Dan bulan ini, Thailand semakin dekat untuk menjadi tempat pertama di Asia Tenggara yang melegalkan pernikahan sesama jenis ketika anggota parlemen meloloskan empat undang-undang berbeda yang bertujuan untuk memberikan hak yang lebih besar kepada pasangan gay, seperti kemampuan untuk mengadopsi anak dan mengelola aset bersama, demikian dilansir dari CNN, Seasa (21/6/2022).