Pantau Flash
KPK Tetapkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Tersangka
Covid-19 RI 16 Oktober: Kasus Positif Naik 997 dengan Pasien Sembuh 1.525
Buntut Kabur Karantina, Polda Metro Jaya Bakal Periksa Rachel Vennya 21 Oktober
Polda Metro Gerebek Holywings Tebet, Ada Ratusan Orang Masih Berkerumun
Jokowi Ogah Manjakan BUMN Sakit: Terlalu Sering Dapat Proteksi, Maaf Enak Sekali

Penyitaan Narkoba Terbesar di Malaysia: 3,7 Ton Senilai USD161 Juta

Headline
Penyitaan Narkoba Terbesar di Malaysia: 3,7 Ton Senilai USD161 Juta Ilustrasi kokain. (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Pihak berwenang Malaysia mengatakan pihaknya menyita hampir 3,7 ton ketamin dan kokain senilai USD161 juta dalam operasi terbesar di negara tersebut hingga saat ini.

Malaysia merupakan titik transit utama untuk narkoba ilegal, dan pihak berwenang menyita jumlah rekor sabu kristal dalam setahun terakhir.

Baca juga: Gang Narkoba Terbesar di Karibia Terbongkar karena Mantan Pemain Bisbol

Sekitar 467 kg ketamin disembunyikan di dalam karung yang ditemukan di sebuah ruko di Puncak Alam, di pinggiran Kuala Lumpur, selama operasi gabungan antara bea cukai dan kepolisian pada 18 Agustus, kata direktur jenderal Bea Cukai, Paddy Abdul Halim kepada awak media.

Penemuan tersebut disusul penangkapan dan interogasi sejumlah tersangka yang kemudian membawa tim ke ruko lainnya, lokasi 3.200 kg (3,2 ton) kokain ditemukan.

Baca juga: Upst Parah, Perusahaan Australia Buang Limbah Radioaktif di Malaysia

Ketamin tersebut diyakini dikirim dari Pakistan ke Malaysia. Sedangkan kokain berasal dari Ekuador, ungkap Paddy. "Penyelidikan awal menunjukkan bahwa obat-obatan yang dicurigai tersebut direncanakan akan diekspor ke negara ketiga," katanya.

Menurutnya, obat-obatan yang disita diperkirakan memiliki nilai sekitar 676 juta ringgit (atau USD161,41 juta). Pihak berwenang meringkus empat warga Malaysia dan sembilan warga asing selama operasi tersebut.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: