Pantau Flash
Pemerintah Optimistis Investasi Listrik Meningkat 39 Miliar Dolar
Erick Thohir Berencana Tutup 5 Anak Usaha Garuda Indonesia
BI Targetkan Pertumbuhan Kredit 2020 di Kisaran 9-11 Persen
11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu Akan Rampung di 2020
Gilas Persija 4-1, Persebaya Juara Piala Gubernur Jatim 2020

Pernyataan Menteri Jepang Pantik Emosi, Hanya Gegara Kata-kata Seksi

Pernyataan Menteri Jepang Pantik Emosi, Hanya Gegara Kata-kata Seksi para pengunjung mengibas-ngibaskan kipas dari kertas, yang memuat pesan soal cuaca panas, saat mereka mengikuti uji coba langkah penanganan cuaca panas menjelang Olimpiade dan Paralimpiade 2020. (Foto: Reuters/Issei Kato)

Pantau.com - Pernyataan Menteri Lingkungan Jepang, Shinjiro Koizumi, mengenai perubahan iklim yang disebut "keren" dan "seksi" dianggap tidak patut oleh sebagian aktivis dan politisi oposisi.

"Kami menaruh harapan pada Koizumi karena usianya tidak jauh dari kami, namun dia tidak menanggapinya dengan baik," kata seorang mahasiswa, Takuro Kajiwara.

Mahasiswa berusia 18 tahun yang ikut mengatur aksi unjuk rasa seluruh dunia menuntut pemerintah mengendalikan gas buangan pada Jumat di jalanan Tokyo itu mengaku kecewa terhadap Koizumi. "Saya kira dia tidak mengerti soal krisis iklim. Dia menyebut 'seksi' dan itu sangat tidak masuk akal. Sebagai warga Jepang, saya merasa malu," kata Kajiwara menambahkan.

Baca juga: Coba Tengok Gambar Ini! Beda Indonesia dengan Australia dalam Bertindak

Sementara para aktivis iklim menyebut bahwa mereka menganggap pernyataan Koizumi sebagai sesuatu yang baru dari pemerintah yang telah menggagalkan reformasi serius dan justru berencana membangun pembangkit listrik tenaga batu bara baru.

"Tentu saja si 'seksi' ini tidak bermakna apapun, namun aksi nyata Jepang mengenai perubahan iklim sampai sekarang belum juga mengesankan, dan jika dia benar-benar berusaha mengubah ini, kami tetap tidak bisa mengabaikan ucapan dia sepenuhnya," kata direktur eksekutif lembaga nonpemerintah Kiko Network, Kimiko Hirata.

Hirata juga meminta Koizumi melakukan sesuatu dengan menyebut, "Dia bicara banyak hal, kini saatnya merealisasikan itu, atau dia akan dikenal sebagai orang yang banyak omong saja."

Ketua partai oposisi terbesar di Jepang, Yuichiro Tamaki, melalui cuitan di Twitter mengritik Koizumi dengan menyebut dirinya ingin melihat bagaimana Koizumi bisa membuat Jepang bebas dari tenaga batu bara dan juga nuklir.

"Kami sudah tidak bisa lagi menerima 'tanpa memberikan rinciannya'," tulis Tamaki.

Baca juga: Greta Thunberg, Pegiat Iklim 16 Tahun Tiba di New York Emisi Non Karbon

Sebelumnya, Koizumi berbicara pada akhir pekan sebelum dimulainya pertemuan perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, dan berjanji mengerahkan anak muda untuk membentuk masa depan rendah karbon untuk jepang yang ketergantungan batu bara, yang juga menekankan tenaga nuklir.

"Menangani isu skala besar seperti perubahan iklim ini harus menyenangkan dan keren. Dan juga harus seksi," kata menteri berusia 38 tahun, yang juga seorang putra mantan perdana menteri Jepang, Junichiro Koizumi.

Koizumi merupakan menteri termuda ketiga dalam kabinet jepang pasca Perang Dunia Kedua, yang masuk setelah Perdana Menteri Shinzo Abe merombak pemerintahannya pada awal bulan September.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional

Berita Terkait: