Pantau Flash
Bayi 50 Hari Asal Cirebon Positif Korona Usai Diajak Orangtua ke Hajatan
Update COVID-19 di Indonesia: Jumlah Positif 30.514, Pasien Sembuh 9.907
KSP: Pemerintah Berhati-hati dan Tetap Waspada Memasuki Era New Normal
Meutya Hafid: Kepemimpinan Penerapan New Normal Tetap di Pemerintah Sipil
KPU dan Kemendagri Sedang Siapkan Protokol Kesehatan Tahapan Pilkada 2020

Pesawat dengan 100 Penumpang Jatuh di Karachi Pakistan

Headline
Pesawat dengan 100 Penumpang Jatuh di Karachi Pakistan Ilustrasi bendera Pakistan. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Sebuah pesawat milik Pakistan International Airlines (PIA) dalam penerbangan dari Lahore jatuh di wilayah Karachi, Pakistan, pukul 14.45 waktu setempat, Jumat (22/5/2020).

Dilansir BBC, pesawat yang terbang dari Lahore ke Bandara Internasional Jinnah tersebut dilaporkan membawa penumpang sekitar 99 orang dengan delapan awak.

Pesawat itu jatuh sekitar 3,2 km timur laut dari Bandara Internasional Jinnah, di dekat perumahan Model Colony. Pilot dilaporkan menyebutkan kesalahan teknis beberapa menit sebelum Airbus A320 itu jatuh.

Gambar yang tersebar di media sosial menunjukkan asap mengepul dari lokasi kecelakaan, yakni sebuah wilayah permukiman di Karachi. Gambar juga menunjukkan sejumlah rumah warga rusak berat.

Baca juga: Lebih dari 600 Gadis Pakistan Dijual untuk Pria di China

"Pesawat itu jatuh di karachi. Kami berusaha mengonfirmasi jumlah penumpang. Awalnya diketahui penumpang berjumlah 99 dengan delapan awak," kata Abdul Sattar Khokhar, juru bicara otoritas penerbangan Pakistan.

Kecelakaan itu terjadi hanya beberapa hari setelah negara itu mulai mengizinkan penerbangan komersial usai lockdown karena pandemi virus korona.

Dikutip The Guardian, seorang juru bicara PIA, Abdullah Hafeez, mengkonfirmasi kecelakaan itu. "Mengatakan sesuatu sekarang akan terlalu dini. Awak kami dilatih untuk menangani pendaratan darurat. Semua doa saya bersama keluarga. Kami akan terus memberikan informasi secara transparan."

Baca juga: Pakistan Berharap Dapat Tingkatkan Ekspor ke Indonesia

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi