Pantau Flash
Blak-blakan Menkes: Pemerintah Tidak Ada Rencana untuk Subsidi Test PCR
Maluku Utara Diguncang Gempa 5,1 Magnitudo, Berpusat di Kedalaman 92 Km
Kabar Gembira! Menkes Buka Peluang Vaksinasi Usia 5-11 Tahun Dimulai Awal 2022
Polri Ringkus Komplotan Judi dan Pornografi Online, Raup Rp4,5 Miliar per Bulan
Kapolda Sumut Copot Kapolsek Kutalimbaru, Buntut Ulah Anak Buahnya Cabuli Istri Tahanan

PM Boris Johnson Bekukan Parlemen Inggris Demi Brexit

PM Boris Johnson Bekukan Parlemen Inggris Demi Brexit Ilustrasi Brexit. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Perdana Menteri Boris Johnson akan membekukan Parlemen Inggris selama lebih dari sebulan demi memuluskan Brexit. Keputusan itu merupakan langkah politik serius dalam beberapa dekade.

Johnson, yang didukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump, akan mengambil langkah kaluar dari Uni Eropa pada 31 Oktober, dengan atau tanpa kesepakatan. 

Ratu Elizabeth II, selaku Kepala Negala Inggris Raya telah menyetujui langkah Johnson meski hanya sebatas formalitas. Dengan persetujuan itu, Parlemen Inggris akan berhenti beroperasi mulai 9 September hingga 14 Oktober.

Baca juga: Inggris Mencari Celah di ASEAN Pasca Brexit

"Akan ada cukup waktu di Parlemen untuk diskusi Uni Eropa, untuk perdebatan Brexit dan semua masalah lainnya," kata Johnson kepada wartawan, dikutip Reuters, Kamis (29/8/2019).

Pembekuan Parlemen Inggris merupakan salah satu keputusan bersejarah di Britania Raya, yang memicu perdebatan dan aksi protes terkait keputusan Boris Johnson. 

"Jalan salah, ini adalah kudeta di Inggris," kata John McDonnel, orang paling berkuasa kedua di partai oposisi. Sementara itu, lebih dari satu juta orang dilaporkan telah menandatangani petisi untuk menolak keputusan tersebut.

Baca juga: Inggris Tinggalkan Uni Eropa 31 Oktober 2019

Teriakan 'Shame on You' dan 'Stop the Coup' terdengar dari dalam dinding Parlemen, usai ratusan pengujuk rasa berkumpul di dekat tepi Sungai Thames dengan melambaikan bendera Uni Eropa.

"Demokrasi sangat penting. Ini diajarkan kepada kami pada usia muda dan sekarang benar-benar telah runtuh, menginjak-injak, dan melemparkannya keluar," kata pemuda berusia 17 tahun, Dylan Butlin, yang ikut tergabung dalam aksi protes.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW

Berita Terkait: