Pantau Flash
Pakar Dorong Tes Serologi Massal di Era Normal Baru
Bekasi Berhasil Keluar dari Zona Merah COVID-19 Usai 2 Bulan PSBB
Update Korona RI 2 Juni: 27.549 Positif, 11 Provinsi Tanpa Kasus Baru
Fatwa MUI: Tidak Boleh Laksanakan Salat Jumat Secara Bergelombang
BUMN Tegaskan Suntikan Dana Rp8,5 Triliun untuk Garuda Bukan dari APBN

Polemik Burkini di Swedia, Menurut Kamu Langgar Asas Demokrasi atau Tidak?

Polemik Burkini di Swedia, Menurut Kamu Langgar Asas Demokrasi atau Tidak? Ilustrasi Burkini. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Setelah dengan bangga meluncurkan pakaian renang wanita Islam yang menutupi segalanya, Stadium olahraga Swedia menghentikan seluruh penjualan burkini tersebut lantaran dihantam badai kritik yang sangat deras di media sosial.

Stadium olahraga menyatakan, sebenarnya baju tersebut dibuat setelah mendapatkan permintaan dari sebagian pelanggannya untuk menyuarakan hak demoratis menyembunyikan tubuh mereka. 

"Kami telah memilih untuk mengantar burkini ke dalam jajaran produk kami karena pelanggan menuntutnya. Stadion berdiri untuk kesetaraan universal dan kami pikir itu adalah hak demokratis untuk melakukan olahraga tanpa memandang usia, jenis kelamin, latar belakang, agama, keyakinan, budaya, etnis atau politik nilai-nilai," tulis perusahaan di halaman Facebook-nya, seperti dkutip dari Sputnik, Selasa (6/11/2018).

Baca juga: Misterius, Burkini Ini Menghilang dari Laman Stadion Usai Pantik Kontroversi di Swedia

"Tidak ada klarifikasi yang cukup dalam konteks ini. Kami tidak mendorong siapa pun untuk menggunakan burkini, sebaliknya kami ingin memastikan bahwa orang-orang diberikan kesempatan untuk terlibat dalam kehidupan yang aktif," jelas Stadium.

Sebelumnya, tak lama setelah Stadion olahraga Swedia mengumumkan penjualan burkinis, baju renang all-covering yang terutama dikenakan oleh wanita Muslim, halaman Facebook-nya dibanjiri dengan kritik. Keesokan harinya, burkinis lenyap dari situs perusahaan tersebut.

Melansir Sputnik, Sabtu (3/11/2018), Stadion mengumumkan peluncuran burkinis saat melakukan wawancara dengan surat kabar harian Dagens Nyheter. Mereka menekankan, desain tu ditujukan kepada pelanggan yang menginginkan inovasi.

Baca juga: Keji! Anak Usia 4 Tahun di India Diperkosa oleh Perawat Rumah Sakit

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: