Polisi Anti Huru Hara di Hong Kong Tembakkan Gas Air Mata ke Dalam Kampus

Polisi anti huru hara berusaha menahan seorang demonstran saat aksi protes anti pemerintah di Hong KongPolisi anti huru hara berusaha menahan seorang demonstran saat aksi protes anti pemerintah di Hong Kong

Pantau.com – Polisi anti-huru hara Hong Kong menembakkan gas air mata ke dalam kampus pada Selasa (12/11/2019) waktu setempat. 

Penembakan dilakukan sehari setelah seorang demonstran ditembak dan seorang pria dibakar dalam kekerasan paling brutal selama aksi protes anti-pemerintah dalam lebih dari lima bulan ini.

Sejumlah layanan kereta api dihentikan sementara dan beberapa ruas jalan di pusat bisnis Asia tersebut ditutup untuk sejak kemarin.

Baca juga: Waduh! Pendapatan Disney Merosot Rp1,12 Triliun Akibat Demo di Hong Kong

Polisi anti-huru hara disiagakan di stasiun metro di seluruh wilayah tersebut dan antrean panjang masyarakat terlihat di peron.

Sementara itu, aktivitas kelas di universitas dan sekolah juga dibatalkan, sehari setelah polisi menembakkan gas air mata dan para mahasiswa melemparkan bom molotov ke sejumlah kampus.

Lebih dari 260 orang ditangkap sejak kemarin. Menurut polisi, angka itu menambah jumlah total menjadi lebih dari 3.000 orang sejak aksi protes meningkat pada Juni lalu.

Stasiun metro di Sai Wan Ho, Hong Kong Timur, lokasi demonstran berusia 21 tahun tertembak pada Senin (11/11), juga ikut ditutup.

Sebuah truk meriam air disiagakan di depan kantor pusat pemerintah, di mana Dewan Eksekutif Hong Kong dijadwalkan menggelar pertemuan rutin mereka.

Baca juga: Parah! Aparat Berwenang Hong Kong Hantam Masjid Kowloon dengan Water Canon

Pada Senin, Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengatakan bahwa kekerasan di bekas koloni Inggris telah melampaui tuntutan massa tentang demokrasi dan para demonstran kini menjadi musuh rakyat.

Massa geram atas apa yang mereka lihat sebagai kebrutalan polisi dan campur tangan Beijing terhadap kebebasan.

Namun China membantah tuduhan intervensi itu dan menuding negara Barat menimbulkan masalah.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara