Pantau Flash
Revitalisasi BUMDes, Kemendes PDTT Berikan Nomor Registrasi
MPR Dukung Anggaran Sektor Pertanian Ditambah untuk Atasi COVID-19
Rekor Lagi! Ada 1.853 Kasus Baru, Total Positif COVID-19 RI 68.079
OJK Catat 5,29 Juta Debitur UMKM Terima Restrukturisasi Kredit
Kemenkeu: Anggaran COVID-19 untuk Kesehatan Baru Capai 5,12 Persen

Polisi Irak Kembali Tembaki Massa, Korban Tewas Terus Meningkat Hingga 100

Polisi Irak Kembali Tembaki Massa, Korban Tewas Terus Meningkat Hingga 100 Para pengunjuk rasa berkumpul di Baghdad, Irak. (Foto: Reuters/Thaier Al-Sudani)

Pantau.com - Sedikitnya delapan orang tewas dalam aksi protes lanjutan antara pasukan keamanan Irak dengan massa antipemerintah pada Minggu, 6 Oktober 2019, memasuki hari ke-6 kerusuhan tersebut sudah menewaskan lebih dari 100 orang dan sedikitnya 6.000 lainnya terluka.

Sebanyak delapan orang tewas di Baghdad timur, menurut sumber kepolisian, setelah aparat yang diperkuat pasukan bersenjata menggunakan tembakan langsung. Massa turun ke jalan tak lama setelah pemerintah mengumumkan reformasi, yang berupaya meredam kemarahan terhadap pengangguran dan kasus korupsi.

Baca juga: Jalur Perbatasan Irak-Suriah Dibuka Kembali, ISIS Akan Kembali?

Kerusuhan tersebut menjadi tantangan politik dan keamanan terbesar bagi pemerintahan Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi sejak ia dilantik tahun lalu. Aksi protes memunculkan kembali kekhawatiran serentetan kekerasan baru yang dapat menjadi magnet bagi kelompok-kelompok gerilyawan dan yang dieksploitasi oleh ISIS.

Sebelum bentrokan terbaru di distrik Sadr City di ibu kota, juru bicara Kementerian Dalam Negeri menyebutkan 104 orang tewas, termasuk delapan anggota pasukan keamanan, akibat kerusuhan yang meletus sejak Selasa, 1 Oktober 2019.

Ia melaporkan 6.107 orang lainnya terluka, lebih dari 1.000 di antaranya polisi dan pasukan keamanan. Puluhan bangunan juga ikut dibakar, katanya, menambahkan. Namun, ia membantah pasukan keamanan menembaki langsung para pengunjuk rasa.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - ANU

Berita Terkait: