Pantau Flash
Djoko Tjandra Isolasi Mandiri COVID-19 Selama 14 Hari di Lapas Salemba
Gunung Sinabung Erupsi Perdana di Masa Pandemi COVID-19
Anita Kolopaking, Pengacara Djoko Tjandra Ditahan di Rutan Bareskrim Polri
Shin Tae-yong Keukeuh Angkut Timnas TC ke Korsel daripada Eropa
Erick Thohir: Pemerintah Berupaya Tingkatkan Produksi Vaksin COVID-19

Polusi Udara di Sydney Semakin Memburuk, Tujuh Kali di Atas Tingkat Bahaya

Headline
Polusi Udara di Sydney Semakin Memburuk, Tujuh Kali di Atas Tingkat Bahaya Kabut asap yang menyelimuti Anzac Bridge. (Foto: ABC News/Ben Worsley)

Pantau.com - Warga Sydney kembali dibangunkan dengan kondisi udara yang semakin memburuk karena kabut asap tebal yang menyelimuti kota terbesar di Australia tersebut.

Kualitas udara di berbagai bagian kota dilaporkan tujuh kali diatas ambang berbahaya. Di pusat kota gedung-gedung tinggi dan ikon seperti Harbour Bridge hampir tidak terlihat karena tertutup kabut asap, polusi udara terburuk terjadi bagian Barat Daya kota tersebut.

Dikutip dari ABC News, Rabu (11/12/2019), di kawasan perumahan Oakdale, kualitas udara tercatat 1.044, padahal ambang batas berbahaya adalah 200.

Baca juga: Australia Bersiap Diri Atasi Kebakaran di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem


Brian yang tinggal di Terrigal harus mengenakan masker selama sebulan terakhir ketika melakukan kegiatan di luar rumah. (Foto: ABC News/Zoe Thomson)

Kantor Dinas Pemadam Kebakaran, Rural Fire Service, di kawasan Homebush sempat dievakuasi karena alarm kebakaran di dalam gedung berbunyi karena asap yang masuk.

Di pusat kota Sydney, indeks polusi udara juga di atas ambang bahaya yaitu 341 antara pukul 8 sampai 9 pagi. Dr Richard Broome dari Dinas Kesehatan New South Wales mengatakan mereka yang mengalami masalah gangguan pernapasan sebaiknya tidak melakukan kegiatan di luar ruangan.

"Yang paling rentan adalah mereka yang memiliki masalah jantung dan paru-paru," katanya.

Baca juga: Nah Lho, Ratusan Sapi Australia Mati saat Pembibitan di Indonesia


Kabut asap yang menyelimuti Anzac Bridge. (Foto: ABC News/Ben Worsley)

Kabut asap ini sudah menyelimuti Sydney dan sebagian wilayah New South Wales selama beberapa minggu terakhir, dan diperkirakan akan terus berlangsung selama beberapa bulan. "Saya tidak pernah melihat Sydney seperti ini sebelumnya," kata Lisa Herbertson, seorang pengguna Twitter.

"Bangun pagi untuk melihat kabut asap paling pekat yang pernah saya lihat di daerah kediaman saya," kata Samantha Waterfield di Belmont North.

Biro Meteorology (BOM) mengatakan keadaan akan sedikit membaik karena adanya perubahan arah angin.Namun suhu juga akan meningkat di beberapa kawasan dimana suhu akan mencapai 42 derajat Celcius di Sydney Barat.

Dinas Kesehatan NSW sudah menyarankan warga untuk tidak keluar rumah antara jam 1 sampai 4 sore.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: