Pantau Flash
Pemerintah Optimistis Investasi Listrik Meningkat 39 Miliar Dolar
Erick Thohir Berencana Tutup 5 Anak Usaha Garuda Indonesia
BI Targetkan Pertumbuhan Kredit 2020 di Kisaran 9-11 Persen
11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu Akan Rampung di 2020
Gilas Persija 4-1, Persebaya Juara Piala Gubernur Jatim 2020

Presiden Ukraina: Kebenaran Jatuhnya Pesawat di Iran Tak Bisa Disembunyikan

Presiden Ukraina: Kebenaran Jatuhnya Pesawat di Iran Tak Bisa Disembunyikan Rouhani berbicara lewat telepon dengan Zelenskyy pada hari Sabtu untuk secara resmi meminta maaf kepada Ukraina karena tidak sengaja menembak jatuh pesawat (AFP)

Pantau.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky buka suara soal penembakan rudal kepada maskapai Ukraina. Ia mengatakan kebenaran tentang kecelakaan pesawat tak dapat disembunyikan. 

Dilansir Al Jazeera, Minggu (12/1/2020), Volodymyr Zelensky mengatakan dirinya dan Presiden Iran Hassan Rouhani telah berdiskusi melalui panggilan telepon untuk mengidentifikasi sisa-sisa korban yang meninggal akibat jatuhnya penerbangan 752 Ukraine Airlines dan memulai kerja sama memecahkan kode kotak hitam dari pesawat terebut.

Zelensky juga mengatakan bahwa para ahli dari Ukraina telah melanjutkan pekerjaan mereka di Teheran pada Sabtu (11/1). Ia juga menyebut bahwa temuan mereka dianggap sebagai kebenaran tentang kecelakaan pesawat yang tak dapat disembunyikan. Dia juga mendesak mitra internasional Ukraina untuk tetap bersatu dan gigih sampai penyelidikan selesai.

Baca juga: Iran Mengaku Tembak Jatuh Pesawat Ukraina, tapi Beralasan Tidak Sengaja

Zelenskyy berterima kasih kepada komunitas internasional seperti Kanada, Amerika Serikat, dan Inggris untuk dukungan mereka setelah kecelakaan pesawat di luar Teheran pada hari Rabu pekan lalu.

Sebelumnya pada hari Sabtu, Iran mengatakan militernya telah menembak jatuh pesawat Ukraina yang menewaskan semua 176 dalam "kesalahan bencana", menambahkan bahwa pertahanan udara ditembakkan karena kesalahan setelah serangan rudal Iran terhadap target AS di Irak.

Dalam pidato yang disiarkan televisi, Zelenskyy berjanji bahwa pemerintahnya akan memberikan kompensasi kepada keluarga para korban.

Tak lama setelah itu, Perdana Menteri Ukraina Oleksiy Honcharuk mengatakan Ukraina akan membayar masing-masing 200.000 hryvnia (USD8.350) kepada keluarga mereka yang meninggal dalam kecelakaan pesawat.

Dia mengatakan Ukraine International Airlines akan melakukan pembayaran kepada keluarga anggota awak yang tewas dalam kecelakaan itu. 

Tindakan yang salah

Presiden Iran Rouhani pada hari Sabtu secara resmi meminta maaf ke Ukraina karena secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat penumpang. "(Rouhani) meminta maaf atas nama pihak Iran atas tragedi yang menewaskan 176 orang," sebuah pernyataan dari kantor Zelensky. "Presiden Republik Islam Iran sepenuhnya mengakui bahwa tragedi itu disebabkan oleh tindakan keliru militer negara ini."

Selama diskusi dalam telepon, Rouhani meyakinkan Zelensky bahwa mereka yang terlibat dalam insiden itu akan dimintai pertanggungjawaban.

Baca juga: Iran Tembak Pesawat Ukraina, Ayatollah Ali Khamenei Dituntut Mundur

"Sangat penting bagi kami untuk mengembalikan jenazah almarhum ke Ukraina minggu depan pada 19 Januari, sehingga kerabat mereka dapat mengajukan perpisahan terakhir," kata Zelensky, menurut pernyataan itu.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyampaikan belasungkawa dan memerintahkan angkatan bersenjata untuk mengatasi "kekurangan" sehingga bencana seperti itu tidak terjadi lagi.

Pengakuan itu muncul setelah para pejabat di Iran selama berhari-hari dengan tegas menyangkal klaim Barat bahwa pesawat Ukraine International Airlines dihantam oleh sebuah rudal.

Tim Pantau
Editor
Kontributor - NPW
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Internasional

Berita Terkait: