Pantau Flash
Jumlah Korban Meninggal Akibat Gempa di Turki Berjumlah 35 Orang
Pasien Positif Virus Corona di Malaysia Bertambah Jadi Empat Orang
Kalah dari Wakil Inggris, Hafiz/Glo Jadi Runner-up Thailand Master 2020
Kanada Identifikasi Kasus Pertama Virus Corona
Persib Bandung Perpanjang Kontrak Omid Nazari Satu Musim

Puluhan Buruh Indonesia Gelar Aksi Protes di Depan Konjen RI di Hong Kong

Puluhan Buruh Indonesia Gelar Aksi Protes di Depan Konjen RI di Hong Kong Aktivis demokrasi di Hong Kong berorasi di depan KJRI Hong Kong pada 26 Juni 2019. (KJRI Hong Kong)

Pantau.com - Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI) gelar aksi damai di depan Konsulat Jenderal RI di Hong Kong, Jumat (11/10/2019). Aksi tersebut diikuti oleh sekitar 30 orang. 

Aksi tersebut untuk mendesak Kementerian Luar Negeri RI mengusut kasus tuduhan terhadap seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia yang ditangkap dan dibayar sebesar 3.000 HKD per hari untuk terlibat dalam aksi massa di Hong Kong menolak Rancangan Undang-Undang Ekstradisi.

"Aksi tadi siang sebenarnya bukan hanya terkait kasus wartawan kita, tapi ada beberapa hal yang perlu kami sampaikan," kata Koordinator JBMI Sringatin saat dihubungi Antara dari Beijing.

"Itu fitnah yang sangat keji dan Menlu harus mengusut stafnya yang menyebar tuduhan itu," tambahnya.

Baca juga: Ini Alasan Starbucks dan Yoshinoya Jadi Sasaran Demonstran Hong Kong

Sringatin juga mendesak KJRI untuk menindak para majikan yang tetap mempekerjakan para buruh migran asal Indonesia pada hari libur dengan alasan keamanan karena unjuk rasa yang sering terjadi di Hong Kong.

"Tindakan ini bukan saja melanggar hukum perburuhan Hong Kong yang memberikan hak libur mingguan kepada seluruh PRT, melainkan menyebabkan buruh migran kita tidak bisa beristirahat setelah enam hari penuh bekerja," katanya.

Ia juga mendesak KJRI Hong Kong untuk mengambil tindakan konkret terhadap wartawan media komunitas asal Indonesia yang terkena tembakan saat meliput unjuk rasa di kawasan Wanchai pada Selasa (1/10) lalu.

"Konsulat Indonesia jangan hanya membuat pengumuman yang hanya menenangkan komunitas warga Indonesia," serunya.

Baca juga: Australia Diminta Tangguhkan Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Hong Kong

Aksi damai yang berlangsung sekitar satu jam tersebut diakhiri dengan menyerahkan pernyataan sikap kepada salah satu staf KJRI Hong Kong.

"Kami terus menunggu tindak lanjut dari tuntutan ini," kata Sringatin saat ditanya mengenai kemungkinan adanya aksi lanjutan.




 


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Lilis Varwati
Category
Internasional

Berita Terkait: