Pantau Flash
Juergen Klopp Dinobatkan Sebagai Manajer Terbaik Liga Inggris Musim Ini
PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang dengan 29 Ketentuan
Indonesia Abstain Atas Resolusi PBB tentang Embargo Senjata Iran
FBI Turun Tangan Selidiki Ledakan Beirut
Anggaran Kemenkes dalam RAPBN 2021 Naik Jadi Rp84,3 Triliun

Rakyat Rusia Setuju Presiden Vladimir Putin Berkuasa hingga 2036

Headline
Rakyat Rusia Setuju Presiden Vladimir Putin Berkuasa hingga 2036 Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Reuters/Evgenia Novozhenina)

Pantau.com - Rakyat Rusia membuka peluang bagi Presiden Vladimir Putin untuk berkuasa hingga 2036, lewat pemungutan suara yang mengubah undang-undang dasar yang memungkinkan Putin berkuasa lagi selama dua masa kepresidenan. Namun, para pengkritik mengklaim hasil pemungutan suara itu dipalsukan dalam skala besar.

Dilansir Reuters, Jumat (3/7/2020), hasil resmi dari 98 persen kertas suara dihitung memperlihatkan bahwa mantan pejabat dinas rahasia KGB itu dengan mudah memenangi hak untuk berkuasa lagi selama dua kali masa berkuasa enam tahun setelah masa berkuasanya saat ini berakhir pada 2024. Artinya, Putin yang saat ini berusia 67, dapat memerintah hingga usia 83 tahun.

Komisi Pemilu Pusat mengatakan 78 persen suara yang dihitung secara keseluruhan mendukung pengubahan konstitusi. Hanya lebih 21 persen suara menentang, katanya.

Kepala Komisi Pemilu Pusat Ella Pamfilova mengatakan, pemungutan suara berlangsung transparan dan para petugas pemungutan suara melakukan segalanya untuk menjamin integritasnya.

Baca juga: Ubah Konstitusi Rusia, Vladimir Putin Bakal Berkuasa hingga 2036?

Politisi oposisi Alexei Navalny punya pandangan berbeda dan menyebut pemungutan suara itu pertunjukan yang tak sah dan liar yang dirancang untuk mengabsahkan kepresidenan Putin sepanjang hayat. "Kami tak akan pernah mengakui hasil ini," kata Navalny kepada para pendukung dalam sebuah video.

Navalny mengatakan, oposisi tak akan memprotes sekarang karena pandemi korona, tapi akan melakukannya dalam skala besar-besaran pada musim gugur jika para kandidatnya dihalangi ambil bagian dalam pemilu regional atau hasilnya dipalsukan.

"Apa yang paling ditakuti Putin adalah protes jalanan," kata Navalny. "Dia tak akan hengkang hingga kami mulai turun ke jalan-jalan dalam jumlah ratusan ribu dan jutaan orang."

Rakyat Rusia telah didorong untuk mendukung manuver Putin berkuasa, yang digambarkan oleh kritikus sebagai kudeta konstitusional, dengan undian berhadiah rumah susun dan iming-iming berupa iklan kampanye yang memfokuskan pada amendemen konstitusional lain dalam satu paket perubahan yang sama seperti perlindungan pensiun dan larangan nyata atas pernikahan sesama jenis.

Baca juga: Terungkap! Putin Pernah Ditawarkan Tubuh Ganda untuk Tampil di Publik

Satu kali pembayaran senilai 10.000 rubel (sekitar Rp2 juta) dikirim ke mereka yang memiliki anak-anak atas perintah Putin saat warga menuju tempat pemungutan suara pada Rabu, hari terakhir pemungutan suara, yang diadakan tujuh hari untuk membatasi penyebaran virus.

Warga Moskow Mikhail Volkov mengatakan dia mencoblos demi perubahan. "Kami butuh perubahan radikal dan saya berpihak ke perubahan-perubahan itu," katanya.

"Saya tak membaca perbaikan-perbaikan itu bila saya jujur," kata pemilih yang lain, Lyudmila. "Yang penting dalam pemungutan suara apakah mereka sudah mengambil keputusan untukmu. Seperti itulah di negeri kami -baca sesuatu dan pilih. Saya telah memilih." Jumlah pemilih mencapai 65 persen, kata para petugas pemilu.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: