Ramai-ramai Publik +62 Kritik Senator Australia usai Hina Bali Banyak Kotoran Sapi

Headline
Senator Australia, Pauline Hanson. (Foto ABC News)

Pantau – Ramai-ramai publik Indonesia mengkritik sikap Senator Austraila Pauline Hanson usai menyinggung banyaknya kotoran sapi bertebaran di jalanan Bali.

Ujaran Hansosn ini viral di media sosial. Selain menyinggung tentang kotoran sapi, ia bahkan mengkhawatirkan warga Australia bisa menularkan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) setelah berwisata dari Bali.

“Bali berbeda dengan negara lain,” ujar Hanson.

“Kotoran sapi bertebaran, dan orang berjalan di atasnya, dan terbawa di pakaiannya, dan orang itu kembali ke negara ini (Australia),” jelas Hanson berapi-api.

Menparekraf RI murka

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno murka atas ujaran Hanson terkait kotoran sapi di Bali ini. Ia geram dan mengingatkan Hansosn untuk tidak menghina Bali.

“Apa yang disampaikan seorang senator Australia @senatorpaulinehanson ini tidak berdasar pada fakta. Secara tegas dan lugas saya sampaikan untuk jangan pernah menghina Bali, ikon dan jantung pariwisatanya Indonesia,” tulis Sandiaga, dalam akun Instagram pribadinya, Sabtu (6/8/2022).

Bali, kata Sandiaga, saat ini sudah bangkit di tengah pandemi COVID-19. Hal ini bisa berdampak pada pembukaan lapangan kerja di Bali. Oleh karenanya, Sandiaga meminta Hansosn tidak mengusik ketenangan serta kepulihan ekonomi Bali dengan ujaran yang tidak benar.

“Oiya, fyi… Bali bukanlah negara… pasti dulunya bukan anak IPS. Lain kali dicek dulu ya di mbah google. Matur suksma,” jelas Sandiaga.

Cok Ace ikut geram

Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati yang juga biasa disapa Cok Ace menegaskan, apa yang dilontarkan Hansosn tidak memiliki dasar apapun. Cok Ace menilai ujaran Hanson tendensius.

“Itu kelihatannya terlalu berlebihan atau tendensius sekali. Artinya, apa yang disampaikan sama sekali tidak ada dan tidak seperti itu. Masyarakat kita, jangankan di kota, di desa, dan di gunung pun ketika mereka memelihara sapi itu ditempatkan di kandang dan diikat. Tidak ada sama sekali sapi yang dilepasliarkan,” kata Cok Ace, Minggu (7/8/2022).

Cok Ace menduga bahwa Senator Australia ini tidak pernah berwisata ke Bali karena menyebut Bali sebagai sebuah negara.

“Jadi, apa yang disampaikan senator itu saya pikir jangan-jangan mereka tidak pernah ke Bali atau mungkin daerah lain yang dilihat seperti itu. Buktinya, Bali disebut suatu negara, ini berarti kan mereka sangat tidak tahu tentang kondisi Bali. Jadi kami sayangkan statement tersebut,” ucapnya.

Ujaran Hanson ini disebut Cok Ace tak akan berpengaruh besar pada kepadatan kunjungan pariwisata Bali lantaran Provinsi ini sudah banyak menuai prestasi.

“Berpengaruh pada pariwisata mungkin kecil karena berita baik tentang Bali dan prestasi Bali banyak sekali. Kalaupun ada satu orang (senator Australia) yang mengatakan begitu, saya kira wisatawan lain tidak serta-merta percaya. Lalu, kalau kita lihat tren kunjungan wisatawan dari hari ke hari juga terus meningkat,” ungkapnya.

Kemlu RI angkat bicara

Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Jubir Kemlu) RI, Teuku Faizasyah mengungkapkan, apa yang disampaikan Hanson tentang Bali merupakan pemikiran yang sempit.

“Tidak berguna sebenarnya menanggapi seorang Hanson yang berpikiran sempit,” kata Teuku Faizasyah kepada wartawan, Minggu (7/8/2022).

Faizasyah bahkan ragu apakah Hanson pernah ke Bali atau tidak. Pernyataan Hanson, kata Faizasyah, hanya berdasar pada imajinasi sendiri tentang Bali.

“Pertanyaannya apakah yang bersangkutan pernah ke Bali? Jangan-jangan yang bersangkutan hanya hidup di dunia imajinasinya sendiri,” tegasnya.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino