Pantau Flash
Tottenham Potong Gaji Karyawaran Sebesar 20 Persen
Ganjar Mohon Tak Ada Lagi Penolakan Pemakaman Jenazah Positif COVID-19
Korona di DKI Jakarta 1 April: 794 Positif, 87 Meninggal, dan 51 Sembuh
Pangeran Albert II Dinyatakan Sembuh dari COVID-19
Mantan Presiden Marseille Meninggal Akibat Virus Korona

Rancang UU Anti Nuklir INF, Rusia Bakal Berhadapan dengan NATO

Rancang UU Anti Nuklir INF, Rusia Bakal Berhadapan dengan NATO Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Senat Rusia mengesahkan rancang Undang-Undang, yang mengizinkan Rusia untuk tidak lagi patuh pada aturan Traktat Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF).

Ketua Senat Valentina Matviyenko menegaskan bahwa Rusia harus segera menangguhkan kepatuhannya pada perjanjian tersebut sebagai tanggapan atas langkah serupa yang diambil Amerika Serikat.

RUU itu sekarang akan diserahkan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin untuk ditandatangani agar menjadi hukum yang berlaku. Sementara itu, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergy Ryabkov mengatakan kepada para wartawan, Rusia siap menghadapi langkah apa pun yang mungkin diambil persekutuan Pakta Pertahan Atlantik Utara (NATO) menyangkut penangguhan kepatuhan Rusia itu pada INF.

Baca juga: Pertanyakan Kenapa Serangan AS Batal, Iran: Khawatir Nasib 150 Orang?

Rusia, kata Ryabkov memperingatkan, akan bertindak dengan mengerahkan militer jika keamanannya dalam bahaya. Namun, Rusia akan menerapkan langkah selektif untuk berdialog dengan persekutuan tersebut.

"Kita akan mempelajari keputusan yang dirumuskan negara-negara anggota NATO dalam bulan-bulan mendatang. Kita siap menghadapi keputusan apa pun. Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di NATO tentunya adalah pihak-pihak yang harus disalahkan atas kemungkinan permasalahan situasi militer dan politik di kawasan Atlantik Eropa, karena mereka telah meneruskan kebijakan untuk menghancurkan INF," kata Ryabkov kepada para wartawan.

Wakil menteri luar negeri Rusia itu menegaskan bahwa negaranya akan mengendalikan agresi NATO. Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan, Selasa 25 Juni 2019, persekutuan tersebut akan menyiapkan langkah bersama jika Rusia tidak kembali mematuhi perjanjian nuklir itu dalam waktu lima minggu.

Baca juga: Rusia pada AS-Israel: Menyalahkan Iran Secara Global Kontraproduktif

Langkah itu kemungkinan berupa penghancuran rudal-rudal Rusia yang diduga melanggar perjanjian negara itu dengan Amerika Serikat.

AS secara resmi telah menangguhkan kewajiban Traktat INF pada 2 Februari, atas dugaan pelanggaran oleh Rusia, dan mencetuskan proses penarikan diri dari perjanjian itu selama enam bulan.

Rusia membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa justru Amerika Serikat lah yang melanggar kesepakatan itu. Presiden Putin pada 4 Maret menandatangani keputusan untuk menangguhkan partisipasi Rusia pada Traktat INF.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: