Salman Rushdie Penulis Ayat-ayat Setan Ditusuk Hampir Mati oleh Seorang Pemuda

Headline
Hadi Matar (24) dalam persidangan kasus penikaman Salman Rushdie. (Foto: Tangkapan layar)

Pantau – Salman Rushdie (75), novelis asal India kini tengah menerima perawatan medis usai ditikam berkali-kali oleh Hadi Matar (24). Penusukan ini terjadi saat Rushdie tengah berada di atas panggung sebuah acara di New York pada Jumat (12/8/2022).

Serangan ini terjadi sebelum pukul 11.00 waktu setempat. Acara ini dihadiri 2.500-an orang. Lalu apa yang sebenarnya terjadi? Siapa Hadi Matar penikam Salman Rusdhie?

Ia merupakan warga Fairview, New Jersey, Amerika Serikat. Ia ditangkap lantaran aksi bengisnya terhadap Rushdie. DIketahui, Hadi Matar sengaja membeli tiket yang dihadiri Rusdhie demi melancarkan serangannya. Hingga kini polisi setempat masih menggali motif pelaku.

Pengacara Hadi Matar memasukkan pembelaan atas namanya selama dakwaan di New York barat. Pelaku muncul di pengadilan menggunakan jumpsuit hitam dan putih serta masker, tak lupa tangan diborgol di depannya.

Hakim pengadilan memerintahkan Hadi Matar ditahan tanpa jaminan setelah Jaksa Wilayah Jason Schmidt mengungkapkan bahwa Hadi Matar mengambil beberapa langkah dengan sengaja untuk menikam Rusdhie. Diketahui Matar membawa identitas palsu.

Pembela umum Nathaniel Barone mengungkapkan bahwa pihak berwenang memerlukan waktu lama untuk membawa Hadi Matar ke depan hakim sambil membiarkannya ‘terhubung ke bangku di barak polisi negara bagian’.

“Dia memiliki hak konstitusional untuk dianggap tidak bersalah,” tambah Barone.

Hadi Matar lahir di AS. Ia merupakan pria keturunan Lebanon yang berimigrasi dari Yaroun, desa perbatasan di Lebanon selatan. Informasi ini diperoleh kantor berita AP dari Wali Kota Ali Tehfe.

Hadi Matar dipercaya lahir sekitar 10 tahun pascapenerbitan buku yang mengundang ancaman kematian Salman Rusdhie pada tahun 1988. Buku itu berjudul ‘The Satanic Verses’. Hadi Matar juga diklaim sebagai simpatisan ekstrimis Syiah dan Garda Revolusi Iran.

Tim Pantau
Editor
Khalied Malvino