Pantau Flash
Pemerintah Optimistis Investasi Listrik Meningkat 39 Miliar Dolar
Erick Thohir Berencana Tutup 5 Anak Usaha Garuda Indonesia
BI Targetkan Pertumbuhan Kredit 2020 di Kisaran 9-11 Persen
11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu Akan Rampung di 2020
Gilas Persija 4-1, Persebaya Juara Piala Gubernur Jatim 2020

Sengit Lawan AS, Ternyata Iran Tak Pernah Ingin Memulai Perang

Sengit Lawan AS, Ternyata Iran Tak Pernah Ingin Memulai Perang Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Khaikal Azad usai bertemu dengan Menko Polhukam Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (21/1/2020). (Foto: Antara/Syaiful Hakim)

Pantau.com - Pemerintah Iran menegaskan tidak ingin berperang dengan Amerika Serikat dan sekutunya, usai pembunuhan perwira tinggi militer Iran Mayor Jenderal Qassem Soleimani di Baghdad, Irak beberapa waktu lalu.

"Tentu Iran tidak akan ingin berperang, tidak akan ingin mulai berperang," kata Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Khaikal Azad usai bertemu dengan Menko Polhukam Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Baca juga: Iran Kaji Ulang Kerja Sama dengan PBB Soal Pengawasan Nuklir

Bahkan, lanjut dia, dalam kondisi seperti ini Iran mengadakan sebuah forum dialog namanya Teheran Dialog Forum.

"Forum dialog ini mengajak kerja sama seluruh negara-negara kawasan untuk memelihara keamanan dan perdamaian," kata Azad.

Menurut dia, semua negara di dunia ingin mengetahui keadaan terakhir dan nyata terkait perkembangan di wilayah Timur Tengah.

Baca juga: Serangan Militan Al-Houthi Pendukung Iran Tewaskan Puluhan Militer Yaman

"Seperti yang diketahui Iran ditekan secara perekonomian yang luar biasa yang kami namakan terorisme perekonomian. Begitu juga Iran diserang oleh Amerika Serikat, Mayjen Soleiman telah diteror oleh mereka tetapi Iran telah menunjukkan bahwa dia tetap akan bertahan. Dan Iran telah memberikan respon tegas kepada mereka dan tentu mereka sudah terima pesan dari Iran," tegasnya.

Sebelumnya, Mayor Jenderal Qassem Soleimani tewas akibat serangan udara militer Amerika Serikat di Baghdad pada 3 Januari 2020 atas perintah langsung Presiden AS Donald Trump. Pemimpin militer Iran itu tewas dalam perjalanan undangan resmi Pemerintah Irak di Baghdad.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Category
Internasional

Berita Terkait: