Pantau Flash
Luhut Klaim Sektor Pariwisata Bisa Pulih dalam 10 Bulan Akibat COVID-19
Kemnaker: Ada 1,7 Pekerja Terdampak Pandemi COVID-19
Kemenkes Tegaskan Imunisasi Harus Jalan Selama Pandemi Korona
Jusuf Kalla: Fatwa MUI DKI 2001 Perbolehkan Salat Jumat 2 Gelombang
Gugus Tugas: Skema Herd Immunity Butuh Waktu yang Lama

Sri Lanka: Inggris Telah Melanggar Konvensi Basel

Sri Lanka: Inggris Telah Melanggar Konvensi Basel Ilustrasi sampah. (Foto: ABC News)

Pantau.com - Sri Lanka telah memerintahkan pengembalian 213 peti kemas sampah ke Inggris, setelah menemukan limbah plastik, termasuk dugaan bagian tubuh manusia di sampah itu.

Sri Lanka adalah yang paling akhir dari serangkaian negara Asia yang menolak sampah yang dikirim dari negara Barat, setelah China melarang impor barang seperti itu.

"Ada penyelidikan yang dilakukan, dan kami juga telah memberitahu importer agar segera mengirim kembali ke pelabuhan pertama sampah tersebut diekspor," kata Juru Bicara Be-Cukai Sri Lanka Sunil Jayaratne kepada Reuters.

Baca juga: Miris! Burung Laut di Australia Ditemukan Buat Sarang dari Sampah Plastik

"Inggris telah melanggar Konvensi Basel," kata Jayaratne, yang merujuk kepada kesepakatan PBB mengenai perdagangan sampah plastik.

Selama dua bulan belakangan ini, Filipina, Indonesia dan Malaysia semuanya telah memerintahkan pengembalian sampah yang dikirim dari Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Perancis, Australia dan negara lain.

Sebanyak 180 negara mencapai satu kesepakatan pada Mei untuk mengubah Konvensi Basel guna membuat perdagangan global mengenai sampah plastik dan tindakan yang lebih transparansi dan lebih baik diatur.

Baca juga: Sampah Plastik Australia Berakhir di Desa Bangun Mojokerto

Pada saat yang sama menjamin bahwa penanganannya lebih baik buat kesehatan manusia dan lingkungan hidup.

Amerika Serikat, eksporter utama sampah plastik, belum mensahkan kesepakatan yang berusia 30-tahun itu.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: