Bejo Susu Jahe Merah Bejo Susu Jahe Merah
Pantau Flash
PTUN Perintahkan Anies Baswedan Buka Kembali Diskotek Golden Crown
Fraksi PKB-PSI Tolak Raperda Depok sebagai Kota Religius
Kejagung Periksa Empat Pejabat OJK Terkait Kasus Jiwasraya
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca untuk DKI Jakarta
Bupati Bogor Cari Pihak yang 'Amankan' Konser Rhoma Irama di Pamijahan

Tak Ada Aturan Jaga Jarak Mulai Pekan Depan di Selandia Baru

Tak Ada Aturan Jaga Jarak Mulai Pekan Depan di Selandia Baru Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern. (Foto: Reuters/Feline Lim)

Pantau.com - Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan bakal mencabut semua aturan jarak sosial, kecuali penutupan perbatasan internasional, untuk mengembalikan kehidupan normal di negaranya pada awal pekan depan.

Senin pekan depan, Ardern akan memutuskan apakah Selandia Baru siap beralih ke kewaspadaan level 1, setelah lebih dari dua bulan  memberlakukan penguncian ketat level 4 dengan menutup sebagian besar bisnis dan memaksa warganya tinggal di rumah sebagai respons terhadap pandemi virus korona.

Menunggu hingga Senin (8/6), Ardern akan melakukan pengamatan apakah perubahan terbaru seperti penghapusan pembatasan jumlah orang di bar-bar dan pertemuan sosial, telah menyebabkan peningkatan kasus.

Baca juga: Infografis Kunci Sukses Selandia Baru Menangi Perang Lawan COVID-19

"Jika tidak (menyebabkan peningkatan kasus), maka kita dalam posisi yang bagus untuk bergerak," kata Ardern dalam konferensi pers yang disiarkan melalui televisi, Rabu (3/6/2020), dikutip Reuters.

Di bawah kewaspadaan level 1, tidak ada aturan untuk menjaga jarak fisik atau membatasi jumlah orang di tempat-tempat seperti bar, klub, gereja, dan tempat olahraga.

Namun, akan ada perubahan besar dalam normalisasi pra-pandemi, tanpa ada rencana segera untuk membuka perbatasan Selandia Baru. Selandia Baru sendiri tidak mencatat kasus baru COVID-19 selama 12 hari berturut-turut hingga Rabu, dan hanya memiliki satu kasus aktif.

Baca juga: Tantowi Yahya Beberkan Alasan RI Harus Contoh Selandia Baru Tangani Korona

Keputusan Ardern untuk segera memberlakukan salah satu penguncian paling ketat di dunia telah dipuji dengan menghambat penyebaran COVID-19 di Selandia Baru, yang telah melaporkan total 1.504 kasus dan 22 kematian.

Ardern mengatakan fokus di bawah kewaspadaan level 1 akan beralih ke langkah-langkah kesehatan masyarakat dan kebersihan pribadi dasar seperti mencuci tangan secara teratur, isolasi diri oleh siapa pun yang memiliki gejala seperti flu, dan pelacakan kontak.

Pemerintah akan bekerja dengan penyelenggara acara berskala besar untuk mengembangkan 'kode COVID' sukarela, yang akan membantu pihak berwenang untuk melacak kontak jika diperlukan.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: