Takut Dikepung Prajurit Ukraina, Rusia Tarik Pasukannya di Lyman

Headline
Presiden Rusia Vladimir PutinPresiden Rusia Vladimir Putin

Pantau – Pihak Kremlin, Rusia, menyatakan telah menarik pasukannya yang berada di Lyman, timur Ukraina, setelah prajurit Kyiv berhasil mengepung kota tersebut.

Juru Bicara Menteri Pertahanan Rusia Igor Konashenkob mengatakan bahwa perintah penarikan prajurit dilakukan karena takut akan pengepungan.

“Sehubung dengan terciptanya ancaman pengepungan, pasukan sekutu ditarik dari kota (Lyman) ke jalur yang lebih menguntungkan,” ujar Igor, dilansir UPI.

Ketua militer bagian Luhansk, Serhii Haidai, mengatakan bahwa ribuan tentara Rusia telah terperangkap di Lyman dan mereka sekarang memiliki tiga opsi. Pertama, menghancurkan pertahanan Ukraina. Kedua, menyerah. Ketiga, mati bersama.

Serhii juga menambahkan bahwa daerah Yampil, Novoselivka, Shandryholove, Drobysheve dan Stavky, wilayah di sekitar Lyman, telah berhasil direbut kembali oleh tentara bagian timur.

Analisis militer mengatakan bahwa Lyman merupakan jalan rail yang sangat penting untuk mengambil alih daerah yang sudah dikuasai oleh Rusia di Donetsk dan Luhansk.

Pengambilan ini dapat membuat Presiden Rusia Vladimir Putin depresi karena ia berniat untuk mengambil alih seluruh daerah Ukraina.

Putin bahkan membuat pernyataan bahwa Rusia akan menggunakan nuklirnya untuk melindungi daerah yang sudah dikuasai.

[Laporan Kaorie Zeto Hapki]

Tim Pantau
Editor
Aries Setiawan