Pantau Flash
PSBB di DKI Jakarta, Korlantas: Tak Ada Larangan Ojol Angkut Penumpang
Lockdown Wuhan Resmi Berakhir
Kabar Baik! Warga Jabodetabek Akan Terima Bantuan Pangan Selama PSBB
Ronaldinho Segera Dibebaskan dari Penjara Paraguay
Update Korona di Ibu Kota: 1.443 Kasus, 141 Meninggal, dan 69 Sembuh

Tembok Besar China Akhinya Kembali Dibuka untuk Umum

Tembok Besar China Akhinya Kembali Dibuka untuk Umum Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Objek wisata populer di dunia Tembok Besar China mulai dibuka kembali untuk umum pada Selasa, 24 Maret 2020.

Bagi wisatawan yang mengunjungi Tembok Besar sektor Badaling, Beijing, harus menunjukkan tiket yang dibeli secara online sesuai dengan nama pengunjung, demikian media resmi setempat, Rabu (25/3/2020).

Pengunjung juga diwajibkan menunjukkan kartu identitas, barkode kesehatan yang dapat diunduh melalui ponsel, dan mengenakan masker.

Baca juga: Dalam Dua Hari Terakhir Tak Ada Kasus Baru Virus Korona di Wuhan China

Sebelum memasuki objek wisata melalui pintu masuk Tembok Besar di Badaling yang dibangun oleh Dinasti Ming pada tahun 1504 itu, pengunjung harus diukur terlebih dulu suhu badannya oleh petugas.

Objek wisata yang dikunjungi sekitar 65.000 wisatawan per hari itu ditutup sejak 24 Januari 2020 atau sehari setelah Kota Wuhan, Provinsi Hubei, yang berjarak sekitar 1.300 kilometer dari Beijing itu ditutup total untuk mencegah meluasnya penularan COVID-19.

Sektor Badaling merupakan sektor yang paling ramai di antara sektor-sektor lainnya karena selain pemandangannya bagus juga mudah dijangkau dengan berbagai moda transportasi publik, termasuk kereta api, dari pusat Kota Beijing. 

Baca juga: Wuhan Cabut Status Lockdown 8 April Mendatang

Di sektor Badaling juga terdapat fasilitas pendukung, seperti kereta gantung dan wahana permainan lainnya yang mengitari area Tembok China.

Pembukaan kembali Tembok Besar itu dilakukan setelah tidak ada penambahan kasus baru positif COVID-19 pada penduduk lokal.

Sementara itu, Wuhan sendiri bakal dibuka lagi secara penuh mulai 8 April. Dalam enam hari terakhir di Wuhan yang sebelumnya dinyatakan sebagai episentrum COVID-19 hanya terdapat satu kasus baru. 


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: