Pantau Flash
Pemerintah Optimistis Investasi Listrik Meningkat 39 Miliar Dolar
Erick Thohir Berencana Tutup 5 Anak Usaha Garuda Indonesia
BI Targetkan Pertumbuhan Kredit 2020 di Kisaran 9-11 Persen
11 Pos Lintas Batas Negara Terpadu Akan Rampung di 2020
Gilas Persija 4-1, Persebaya Juara Piala Gubernur Jatim 2020

Terkait Penembakan Pesawat Ukraina Airlines, Kanada Peringatkan Iran

Terkait Penembakan Pesawat Ukraina Airlines, Kanada Peringatkan Iran Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Pemerintah Kanada, yang sedang dalam tekanan rakyatnya, diminta lebih tegas terhadap Iran setelah ada laporan intelijen tentang ditembaknya pesawat penumpang. Seruan yang diulang pada Jumat itu berupa penyelidikan menyeluruh terhadap petaka itu dan memperingatkan Teheran bahwa dunia sedang mengamatinya.

Teman-teman dan keluarga beberapa warga Kanada yang tewas saat sebuah maskapai penerbangan Ukraina jatuh di luar Teheran sedang menuntut Perdana Menteri Justin Trudeau mengambil sikap lebih tegas setelah mendakwa Iran menjatuhkan pesawat itu, meskipun mungkin karena kesalahan. Iran menolak tuduhan itu.

"Waktu akan berbicara dan dunia sedang mengamati," kata Menteri Luar Negeri Francois-Philippe Champagne saat ditanya apakah Iran melakukan penyelidikan atas apa yang terjadi dengan itikad baik.

"Saya kira keterbukaanlah yang sedang dicari masyarakat internasional sekarang," katanya dalam konferensi pers.

Baca juga: Berbekal Data Intelijen, PM Kanada: Ukraine Airlines Ditembak Rudal Iran

Champagne mengatakan Ottawa sekarang memikirkan 57 warga Kanada yang tewas dalam kecelakaan itu dari angka semula 63 dan mengatakan satuan tugas darurat sedang dibentuk untuk membantu keluarga korban.

Saat Trudeau menghadapi tekanan di dalam negeri untuk menanggapi dengan tegas, dia punya beberapa opsi, terutama setelah Kanada memutuskan hubungan diplomatik dengan Teheran pada 2012. Iran mengatakan pihaknya akan membolehkan Kanada, Amerika dan pejabat internasional untuk ambil bagian dalam investigasi atas kecelakaan pada Rabu itu.

Perdana Menteri itu tak sepunuhnya menangkap inti persoalan saat dia tak mengecam pemerintah Iran, kata Ali Ashtari, 39, ilmuwan data dari Toronto yang kehilangan seorang kawan dalam insiden kecelakaan itu.

Ashtari mengatakan Kanada selayaknya menunjuk Satuan Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris dan mengenakan sanksi terhadapnya. Pemerintah sudah menyebut tentara luar negeri IRGC, Pasukan Quds, sebagai kelompok teroris.

"Inilah sedikitnya yang kami inginkan dari pemerintah," Ashtari mengatakan di Toronto dalam penjagaan.

"Kalau tidak, ini cuma pidato dengan mata berlinang, tak menghasilkan apa-apa."

Baca juga: Donald Trump Sampaikan Ucapan Selamat Ulang Tahun pada Kim Jong Un

Trudeau mengatakan Ottawa menuntut akses Kanada ke Iran untuk menyediakan layanan konsuler, mengidentifikasi korban dan ambil bagian dalam penyelidikan pesawat.

Champagne mengatakan Iran telah memberi dua visa sejauh ini kepada pejabat Kanada.

Kecelakaan pada Rabu yang menewaskan 176 orang di pesawat terjadi ketika Iran siaga atas pembalasan yang mungkin terjadi setelah pihaknya meluncurkan roket ke pangkalan yang menjadi tempat pasukan AS beroperasi di Irak.

Kami akan mendesaknya (Trudeau) untuk menggunakan semua kekuasaannya untuk menemukan apa yang sebenarnya terjadi dan menuntut pihak yang bertanggung jawab,"kata Amir Arsalani, yang kehilangan saudara perempuannya, suaminya dan anak mereka yang berumur satu tahun, kepada Reuters.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Category
Internasional

Berita Terkait: