Pantau Flash
Putar Ekonomi Dalam Negeri, Pertamina Gandeng 3 BUMN
OMG! Utang Garuda Indonesia Capai Rp31,9 Triliun
Peserta UTBK SBMPTN Bersuhu Tubuh di Atas 37,5 Derajat Tak Boleh Ikut Ujian
Presiden Jokowi Optimistis Defisit Anggaran Dapat Menyusut di 2023
Hari Pajak 2020, DJP Dorong Masyarakat Patuh Bayar Pajak

Topan 'Bulbul' Landa Bangladesh, 2 Orang Dinyatakan Tewas

Topan 'Bulbul' Landa Bangladesh, 2 Orang Dinyatakan Tewas Ilustrasi badai. (Foto: ABC News)

Pantau.com - Topan Bulbul melanda Bangladesh pada Sabtu 9 November 2019 malam hari, menewaskan dua orang, serta melukai banyak orang dan merusak pemukiman. Akan tetapi adanya pengungsian yang dilkukan warga sebelumnya telah menyelamatkan banyak nyawa.

Tak ada kerusakan besar yang dilaporkan pada Minggu (10/11/2019) di beberapa kamp di Bangladesh Tenggara, tempat ratusan ribu pengungsi dari negara tetangganya, Myanmar, tinggal.

Baca Juga: Pasca Dihantam Pendemo, Hong Kong Juga Kedatangan Topan Level 3 Singnal 8

Seorang nelayan berusia 60 tahun, menolak untuk menyelamatkan diri ke satu tempat penampungan seperti apa telah dianjurkan pemerintah, tewas pada Sabtu malam (9/11) di rumah jeraminya.

Seorang perempuan yang berusia 52 tahun yang telah bermalam di satu tempat penampungan kembali ke rumahnya pada Minggu hari ini tapi tewas ketika satu pohon menimpa rumahnya.

Sebanyak dua juta orang dari seluruh 13 kabupaten pantai Bangladesh berlindung di sebanyak 5.558 tempat penampungan pada Sabtu malam. Di luar, kecepatan angin meningkat jadi antara 100 dan 120 kilometer (62 sampai 75 mil) per jam dan sebagian daerah dataran rendah terendam banjir.

Kecepatan angin sekarang telah turun jadi antara 70 dan 80 kilometer (43 sampai 50 mil) per jam.

Sebanyak 1.200 wisatawan, kebanyakan, dari dalam negeri terjebak di Pulau Saint Martin di Kabupaten Cox's Bazar, kata Enamur Rahman, Menteri Muda Urusan Penanganan Bencana dan Bantuan.

"Dengan tanda turun jadi 4, mereka semua akan diselamatkan," katanya. Ia merujuk kepada sistem peringatan topan.

Baca Juga: Topan Hagibis Lululantahkan Jepang, 23 Orang Tewas

Musim topan di Teluk Benggala dapat berlangsung dari April sampai Desember. Pada 1999, satu topan super menerjang Pantai Negara Bagian Odisha di India selama 30 jam, dan menewaskan 10.000 orang.

Negara Bagian Benggala Barat dan Odisha di bagian timur India telah menerima curah hujan lebat sejak Sabtu dini hari dan ada laporan mengenai ratusan pohon yang tumbang.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Bagaskara Isdiansyah

Berita Terkait: