Pantau Flash
Kepanikan Akibat Korona Mereda, BI: Modal Asing Mulai Masuk
Seluruh Atlet PBSI Negatif COVID-19 Usai Jalani Rapid Test
Pegadaian Ajak Masyarakat untuk Gunakan Transaksi Digital
17.534 Orang di Jakarta Sudah Rapid Test, 282 Dinyatakan Positif COVID-19
Kapolri: Kami Siap Laksanakan Pembatasan Sosial Skala Besar

Trump Akan Jadikan Tewasnya Soleimani sebagai Tema Kampanye

Trump Akan Jadikan Tewasnya Soleimani sebagai Tema Kampanye Ilustrasi Donald Trump. (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Presiden Donald Trump akan menjadikan pembunuhan jenderal Iran Qassem Soleimani sebagai tema kampanyenya untuk terpilih kembali sebagai presiden AS.

Rencana itu sontak mengundang sorakan dari ribuan orang yang hadir ketika Trump mengatakan bahwa kematian Soleimani menyelamatkan banyak nyawa dan mengantarkan "keadilan bagi Amerika."

Selama kampanye di Toledo, Ohio, Trump dalam pidatonya sebagian besar membicarakan pembelaannya atas perintah yang ia keluarkan untuk membunuh Soleimani. Trump menolak kritik dari kalangan Demokrat, yang menganggapnya melampaui batas dengan memerintahkan militer AS untuk melakukan serangan pesawat nirawak terhadap komandan pasukan militer Quds Iran itu di bandara Baghdad, Irak, satu minggu lalu.

Baca juga: Terungkap, Suriah Bantu AS dalam Pembunuhan Qassem Soleimani

Ia menuduh Soleimani mengatur aksi unjuk rasa dengan kekerasan oleh kelompok-kelompok dukungan Iran di Kedutaan Besar AS di Baghdad awal Januari.

Trump, yang kerap menyuarakan keras dukungannya bagi militer AS, mengatakan bahwa kalau dia tidak mengirimkan pasukan AS untuk melindungi kedutaan, para demonstran kemungkinan akan bisa merangsek masuk dan membunuh orang-orang Amerika atau menyandera mereka. Jika terjadi, kejadian itu akan menjadi peristiwa berulang saat massa pada 2011 menyerbu fasilitas diplomatik AS di Benghazi, Libya, yang menewaskan duta besar AS.

Penampilan Trump di arena di Toledo itu merupakan kampanye pertamanya dalam tahun pemilihan 2020 ini, yang menunjukkan betapa penting negara bagian itu untuk membantunya menang kembali pada pemilihan presiden bulan November.

Baca juga: DPR Amerika Serikat Cegah Trump Berperang dengan Iran

Trump pada 2016 menang di Ohio dengan poin delapan persen, membalikkan kemenangan yang sebelumnya dicapai oleh Barack Obama dari Demokrat baik pada 2008 maupun 2012.

Trump dan para penasihat utamanya mengatakan Soleimani merupakan otak di balik serangan terhadap target-target Amerika di Timur Tengah. Tuduhan itu mengundang kritik dari berbagai kalangan karena tidak disertai dengan keterangan lebih rinci.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: