Pantau Flash
Putar Ekonomi Dalam Negeri, Pertamina Gandeng 3 BUMN
OMG! Utang Garuda Indonesia Capai Rp31,9 Triliun
Peserta UTBK SBMPTN Bersuhu Tubuh di Atas 37,5 Derajat Tak Boleh Ikut Ujian
Presiden Jokowi Optimistis Defisit Anggaran Dapat Menyusut di 2023
Hari Pajak 2020, DJP Dorong Masyarakat Patuh Bayar Pajak

Trump Samakan Kemenangan PM Australia Morisson dengan Pemilu AS 2016

Trump Samakan Kemenangan PM Australia Morisson dengan Pemilu AS 2016 Presiden Donald Trump telah berbicara dengan Scott Morrison tak lama setelah kemenangan partai Koalisi. (Foto: White House/Shealah Craighead)

Pantau.com - Presiden Amerika Serika Donald Trump menyamakan kemenangan mengejutkan Scott Morrison pada pemilu federal Australia akhir pekan lalu dengan kemenangan dirinya pada pemilu AS tahun 2016 dan pemungutan suara Brexit di Inggris.

ABC mendapat informasi bahwa ketika Presiden AS Donald Trump berbicara dengan Perdana Menteri Australia Scott Morrison yang baru terpilih pada hari Minggu, 19 Mei 2019, dia mengamati bagaimana orang "tampak terkejut" dengan hasilnya.

Donald Trump mengatakan, kondisi itu mirip dengan bagaimana banyak orang terkejut dengan kemenangan dirinya dalam pemilihan presiden melawan Hillary Clinton pada 2016, dan pemungutan suara Brexit pada awal tahun itu.

Presiden Trump mengucapkan selamat kepada Scott Morrison atas hasil pemilu federal di Australia tanggal 18 Mei lalu, dan memuji pemimpin yang terpilih kembali itu di akun twitternya.

"Selamat kepada Scott karena MENANG TELAK!," tulis Trump.

Melansi ABC News, Rabu (22/5/2019), Presiden Trump dan Morrison berbicara panjang lebar tentang tantangan keamanan di seluruh dunia, terutama Iran. Trump memperingatkan Teheran untuk tidak pernah mengancam AS lagi karena kekhawatiran atas potensi konflik AS-Iran meningkat.

Diketahui, militer AS mengirim pesawat pengebom B-52 ke Timur Tengah untuk melawan apa yang dikatakan pemerintahan Trump sebagai indikasi yang jelas ancaman dari Iran terhadap pasukan AS di sana.

Tak lama setelah Trump dan Morrison berbicara, Gedung Putih mengeluarkan rilis resmi dari percakapan mereka.

Baca juga: Scott Morrison Menangi Pemilu Federal Australia, China Meradang

"Kedua pemimpin itu menegaskan kembali betapa pentingnya aliansi dan persahabatan lama antara AS dan Australia, dan mereka berjanji untuk melanjutkan kerja sama erat mereka dalam prioritas bersama," kata Wakil Sekretaris Pers Judd Deere dalam sebuah pernyataan.

PM Scott Morrison pertama kali bertemu Presiden AS Donald Trump di sela-sela KTT G20 Desember di Buenos Aires, Argentina, tak lama setelah mengambil alih jabatan perdana menteri Australia dari Malcolm Turnbull.

Donald Trump sempat berdebat dengan mantan PM Malcolm Turnbull dalam panggilan telepon yang sengit pada tahun 2017 di mana mereka membahas kesepakatan pertukaran pengungsi yang telah dinegosiasikan dengan pemerintahan Barack Obama.

Ucapan selamat dari pemimpin dunia


Scott Morrison dan PM Selandia Baru Jacinda Ardern telah berbicara setelah kemenangan partai Koalisi (Foto: AAP/David Rowland via ABC News)

Sejak kemenangan yang mengejutkan, PM Scott Morrison telah menerima ucapan selamat melalui telepon dari PM Inggris Theresa May, PM Selandia Baru Jacinda Ardern, PM Jepang Shinzo Abe, dan PM Sri Lanka Ranil Wickremesinghe.

Dia juga menerima pesan ucapan selamat dari Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Papua Nugini Peter O'Neill, dan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres.

Baca juga: Di Luar Dugaan, Scott Morrison Menangi Pemilu Federal Australia 2019

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern yang dari Partai Buruh mengatakan dia akan terus memiliki hubungan yang "produktif" dengan mitra konservatifnya, meskipun ada perbedaan terus-menerus mengenai pendeportasian pelaku kriminal warga Selandia Baru di Australia.

Jacinta Ardern mengatakan kepada wartawan bahwa dia tidak membahas masalah perdebatan tentang perlakuan Australia terhadap warga Selandia Baru selama panggilan telepon singkatnya dengan Morrison.

"Pembicaraan itu untuk mengakui dan memberi selamat kepadanya atas kesuksesannya dalam pemilu," katanya.

"Kami melakukan pembicaraan yang sangat singkat seputar masalah [pembantaian] Christchurch, kami tidak punya kesempatan untuk membahas itu tetapi selain itu, itu bukan diskusi yang panjang," tambahnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: