Pantau Flash
Maluku Tenggara Barat Diguncang Gempa Magnitudo 6,7
Presiden Jokowi: Draf RUU Ibu Kota Baru Disampaikan ke DPR Setelah Reses
Erick Thohir Minta BUMN dan Swasta Bersaing Bangun Indonesia
Sri Mulyani: Diskon Harga Tiket Pesawat Bisa Mencapai 50 Persen
Komisi I DPR Setuju Pemerintah Terima Hibah Alutsista dari Amerika Serikat

Ulama Kontroversial Zakir Naik Terima Seruan Deportasi di Malaysia

Headline
Ulama Kontroversial Zakir Naik Terima Seruan Deportasi di Malaysia Zakir Naik. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Komentar pedas ulama kontroversial Zakir Naik berbuntut panjang. Pernyataannya yang membandingkan umat Hindu India dengan Islam di sana sangat kontras. Bahkan, Zakir menyatakan jika umat Hindu di India lebih loyal kepada PM India Narendra Modi dari pada PM Mahathir Mohammad. 

Kemudian, Zakir dalam acara "Executive Talk bersama Dr Zakir Naik" di Kota Baru, Kelantan, memberikan tanggapan atas deportasi dirinya di Malaysia. "China Malaysia untuk pulang lebih dulu karena mereka adalah 'tamu lama' di Malaysia," kata Zakir pekan lalu.

Baca juga: Wuih Parah, 6 Investor Asal Malaysia Kehilangan Rp15 Miliar

Ya, setelah pernyataan itu, beberapa menteri di Malaysia menyatakan penolakan kedatangan Zakir Naik. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia Syed Saddiq Syed Abdul Rahman ikut dalam barisan yang menolak ulama itu. Sebelumnya sudah ada Menteri Gobind Singh, Menteri M Kulasegaran dan seruan Menteri Xavier Jayakumar untuk mendeportasi Zakir.

"Sangat konyol untuk berpikir bahwa sesama warga Malaysia saya adalah tamu saya. Mereka adalah keluarga saya demi tuhan. Cukup sudah," ujarnya, yang dilansir dari The Star, Kamis (15/8/2019).

Baca juga: Gara-gara Karhutla, Jokowi Minder Datang ke Malaysia dan Singapura

Untuk diketahui, Zakir Naik merupakan seorang ulama asal India yang ditolak mentah-mentah di malaysia. Hal itu pun diakui p;leh PM Mahathir Mohammad. Pernyataannya tentang Non-Muslim sangat dianggap melukai.

Di India sendiri, ia diseret ke dalam kasus korupsi serta pencucian uang.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Widji Ananta
Category
Internasional