Pantau Flash
Mantan Presiden Marseille Meninggal Akibat Virus Korona
Kasus Positif Korona Meningkat, Rupiah Melemah Rp16.390 per Dolar
Alami Komplikasi Akibat Korona, Bintang 'Star Wars' Meninggal Dunia
Peneliti Indonesia Ikut Riset Gabungan Temuan Obat Covid-19 di Bawah WHO
Presiden Jokowi: Pemerintah dengan BI dan OJK Optimalkan Kebijakan Moneter

Virus Korona Luluh Lantakan New York

Headline
Virus Korona Luluh Lantakan New York Presiden Amerika Serikat Donald Trump memimpin instruksi harian satuan tugas virus korona (COVID-19) di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, Jumat (20/3/2020). (Foto: Reuters/Jonathan Ernest)

Pantau.com - Negara bagian New York mengalami peningkatan jumlah kasus COVID-19 yang cepat dan brutal pada Selasa 24 Maret 2020 dan menjadi pusat pandemi terbaru AS, saat California memperingatkan bahwa negara bagian itu mungkin juga akan menghadapi lonjakan kasus.

New York City, yang padat dengan lebih dari 8 juta orang, melaporkan 157 kematian dan sekitar 15.000 kasus korona, hampir sepertiga total kasus di AS dan lebih dari setengah kasus baru negara itu, meskipun memberlakukan batasan ketat dalam perjalanan, bersosialisasi, dan bekerja.

Baca juga: Isolasi Mandiri di Amerika, Maudy Ayunda Stok Sambal

Presiden Donald Trump menyatakan bencana besar bagi negara bagian New York dan Washington dan mengatakan dia akan segera melakukan hal yang sama untuk California ketika dia bersumpah untuk mengerahkan setiap sumber daya untuk memerangi wabah tersebut.

"Kita sedang mengalami ujian nasional yang hebat," kata Trump dalam konferensi pers, yang mendesak warga Amerika untuk mempraktikkan social-distancing

Terlepas dari meningkatnya jumlah korban, Dow Jones Industrial Average melonjak ke kenaikan persentase per hari terbesar sejak 1933 setelah anggota parlemen AS mengatakan mereka hampir menyelesaikan paket penyelamatan ekonomi untuk menanggapi wabah tersebut.

Demokrat, termasuk Gubernur New York Andrew Cuomo, sebelumnya mengkritik presiden Republik itu karena menyarankan untuk membuka kembali perekonomian negara pada hari Paskah guna menyelamatkan bisnis sebanyak mungkin.

Baca juga: Ingin Tangkal Korona, Pria Ini Tewas Usai Tenggak Cairan Pembersih Akuarium

"Jika Anda meminta orang-orang Amerika untuk memilih antara kesehatan masyarakat dan ekonomi, maka itu bukan pilihan. Tidak ada orang Amerika yang akan mengatakan tingkatkan perekonomian dengan mengorbankan kehidupan manusia," kata Cuomo di pusat konvensi Manhattan yang diubah menjadi rumah sakit sementara dengan 1.000 tempat tidur.

Tidak jelas apa yang dipikirkan Trump, tetapi para pakar hukum mempertanyakan wewenang presiden AS untuk memerintahkan orang kembali bekerja atau membuka kembali gedung-gedung pemerintah, transportasi atau bisnis.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - WIL

Berita Terkait: