Pantau Flash
WP KPK Tolak Wacana Pembebasan Napi Koruptor Dampak Pandemi Korona
Penanganan COVID-19 di Jakarta Disebut Lebih Baik dari Jabar dan Banten
PSI pada Jokowi: Mudik Harus Dilarang, Kalau Imbauan Saja Tak Akan Efektif
Update COVID-19 3 April: 1.986 Kasus Positif, 134 Sembuh, 181 Meninggal
25 Anak Usaha Pertamina Akan Didivestasi dan Likuidasi

Virus Korona Mewabah, Hong Kong Larang Turis China Masuk

Virus Korona Mewabah, Hong Kong Larang Turis China Masuk Orang-orang yang memakai maker berjalan melalui lorong bawah tanah ke kereta bawah tanah di Beijing, China 21 Januari 2020. (Reuters/Jason Lee)

Pantau.com - Pengunjung dari Provinsi Hubei di China yang menjadi rumah bagi wabah virus korona, akan dilarang memasuki Hong Kong mulai hari ini, Senin (27/1/2020), di tengah upaya China dalam menghentikan penyebaran wabah tersebut.

Pemerintah kota Hong Kong akan melarang masuknya pengunjung China dari Provinsi Huberi dalam 14 hari mendatang. Namun, aturan ini tidak berlaku untuk penduduk Hong Kong, demikian dilansir dari Reuters

Selain itu, untuk mencegah infeksi virus ini Hong Kong juga menutup Disneyland dan Ocean Park pada Minggu kemarin.

Baca juga: Korban Tewas Akibat Virus Korona Melonjak hingga 80 Orang

Di Hubei, Gubernur Wang Xiadong mengatakan dirinya merasa "menderita" dan bertanggung jawab atas wabah tersebut. Ia menggambarkan situasi di kotanya sangat parah dan mengatakan pasokan medis terbatas.

Kabinet China juga mengumumkan akan memperpanjang liburan Tahun Baru Imlek selama seminggu hingga 2 Februari dan sekolah-sekolah akan kembali dibuka lebih lambat dari biasanya, demikian menurut penyiar CCTV negara.

Dilansir Reuters, otoritas kesehatan di seluruh dunia berlomba untuk menehah pandemi virus korona, yang telah menginfeksi leih dari 2.000 orang di China dan menewaskan setidaknya 80 orang yang dikonfirmasi pada Senin pagi waktu setempat.

Baca juga: Benarkah Virus Korona Disebut Bisa Menular Lewat Mata?

Sejumlah kasus infeksi korona telah dilaporan dari berbagai negara, termasuk Thailand, Australia, Amerika Serikat, Prancis, dan Kanada. Sampai saat ini, tidak ada korban jiwa yang tercatat di luar China.

Bandara di seluruh duia juga telah meningkatkan penyaringan penumpang dari dataran China, meskipun beberapa pejabat kesehatan dan pakar mempertanyakan keefektifan upaya ini.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW

Berita Terkait: