Pantau Flash
ICW: Pernyataan Jokowi Jadi Teguran Keras Buat Yasonna
Keluyuran saat Pandemi Korona, 20 Orang Diamankan Polisi di Jakarta Utara
Surat Edaran Kemenag: Salat Tarawih di Rumah dan Salat Id Ditiadakan
639 Jenazah Dimakamkan di DKI Jakarta Sesuai Protap COVID-19
Update COVID-19 Indonesia 6 April: 2.491 Positif, 192 Sembuh, 209 Meninggal

WHO: Kebakaran Hutan Amazon Mengancam Kesehatan Anak-anak

WHO: Kebakaran Hutan Amazon Mengancam Kesehatan Anak-anak Hutan hujan terbakar di dekat kota Mandaquiri Brasil. (Foto: Reuters/Paulo Whitaker)

Pantau.com - Kebakaran yang membesar di Amazon menimbulkan risiko kesehatan termasuk penyakit pernapasan, terutama untuk anak-anak, demikian pernyataan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Jumat, 30 Agustus 2019.

Hutan hujan yang merupakan rumah bagi 30 juta orang, memiliki ekosistem vital yang memproduksi makanan dan air kini terancam, kata Dr. Maria Neira, Direktur WHO bagian kesehatan masyarakat, lingkungan, dan faktor sosial dalam Departemen Kesehatan, dikutip Reuters, Sabtu (31/8/2019).

"Kami memiliki beberapa laporan anekdotal peningkatan penyakit pernapasan tertentu pada anak," kata Neira kepada Reuters.

Baca juga: Amazon Kebakaran Besar, Ini 5 Fakta Mengejutkan Hutan Terbesar Dunia

Kebakaran di hutan hujan Amazon, Brasil, ini telah mereda sejak Presiden Jair Bolsonaro memerintahkan militer untuk terjun langsung membantu mengatasi kebakaran hutan yang terjadi sejak pekan lalu.

Penduduk yang tinggal dekat dengan kebakaran telah dievakuasi dan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, tambahnya dalam wawancara di markas WHO.

Neira juga mengatakan bahwa penduduk saat ini menderita penyakit asma, yang dapat diperburuk oleh polusi udara serta risiko yang lebih tinggi karena asap kebakaran hutan.

Baca juga: Tangan-tangan Setan Hidup untuk Samarkan Keindahan Amazon

"Ini tidak akan berbeda dari polutan lain di udara yang akan memperngaruhi penyakit kardiovaskular dan pernapasan akut," kata Neira. Ia juga menyebutkan bahwa partikel polutan akan berada di udara untuk waktu yang lama.

Meski demikian, ia memperkirakan bahwa kebakaran tidak akan menyebabkan masalah jangka panjang seperti risiko tinggi kanker, yang muncul dari intensitas dan jangka panjang eksposur.

"Ini lebih dari jangka pendek dan bukan paparan jangka panjang," jelasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - NPW

Berita Terkait: