10.000 Santri dan Ulama Gelar Doa Bersama, Dukung Ganjar jadi Presiden

Headline
Ilustrasi doa bersama. (Foto: Antara/Prasetia FauzaniIlustrasi doa bersama. (Foto: Antara/Prasetia Fauzani

Pantau – Barisan Santriwan dan Santriwati Indonesia (BSSI) menggelar Istigasah Akbar dan Doa bersama untuk Negeri di Kenjeran Park Surabaya, Jalan Pantai Ria Kenjeran Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (2/7/2022) malam. Dalam rangka mendukung Ganjar Pranowo menjadi Presiden RI 2024.

“Sebanyak 10.000 santri, ulama dan habaib dari berbagai daerah hadir. Ada yang dari luar Jawa. Dari Makassar, Sulawesi, Kalimantan, Lampung. Ada juga adri Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DKI Jakarta, Yogyakarta, hadir semuanya,” kata Ketua BSSI Gus Ahmad Muhdzor Ihsan (Gus Muhdzon), Minggu (3/7/2022).

Dia menjelaskan pihaknya sepakat dukung Ganjar jadi presiden selanjutnya. Karena ia menilai kepemimpinannya bisa menciptakan kedamaian dan keberkahan bagi segenap masyarakat Indonesia.

“Kita mendoakan untuk negeri agar damai sentosa selalu. Selain itu, kita juga mendoakan Mas Ganjar Pranowo senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan lahir batin,” katanya.

Ia pun berharap para santri, ulama dan habaib di seluruh Indonesia selalu merapatkan barisan dalam mendukung Ganjar untuk maju Pilpres 2024. Selain itu, dia juga mendorong para santri agar mensosialisasikan Ganjar di daerahnya masing-masing.

“Ulama, kiai dan habaib terus menerus merapatkan barisan untuk mensosialisasikan Mas Ganjar di lingkungannya masing-masing,” ucapnya.

Sementara itu, menurut Gus Yufus Hidayat selaku pelaksana acara tersebut mengungkapkan acara ini merupakan momentum bagi para santri untuk mendoakan negeri.

“Indonesia butuh pemimpin yang dekat dengan rakyat. Selain itu juga butuh pemimpin yang bisa berkomunikasi dengan semua kekuatan. Nasionalis maupun religius,” ungkapnya.

Menurutnya, Ganjar memiliki nilai-nilai kepemimpinan yang dibutuhkan Indonesia. Maka ia mendoakan Ganjar agar bisa diterima di masyarakat.

“Doa untuk Pak Ganjar adalah agar bisa diterima di masyarakat Indonesia,” tutupnya.

Tim Pantau
Reporter
Renalya Arinda