10 Saksi dan Barang Bukti Jadi Dasar Tim Khusus Menetapkan Irjen Sambo Langgar Prosedur TKP

Headline
Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo telah hadir di gedung Bareskrim Polri (Foto: tangkapan layar)

Pantau – Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Dedi Prasetyo menyatakan ada 10 saksi yang diperiksa oleh Pengawasan dan Pemeriksaan Khusus (Wasriksus) terkait kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

Dari keterangan saksi-saksi tersebut dan barang bukti yang ada disimpulkan bahwa mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo diduga melakukan pelanggaran kode etik dalam penanganan tewasnya Brigadir J.

“Dari hasil kegiatan pemeriksaan tim gabungan, Wasriksus, terhadap perbuatan Irjen FS yang diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan tindak pidana meninggalnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri,” ujar Dedi dalam keterangan pers, Sabtu malam (6/8/2022).

Irjen Ferdy Sambo diduga melakukan pelanggaran terkait olah tempat kejadian perkara tewasnya Brigadir J.

“Dari 10 saksi tersebut dan beberapa bukti, dari Irsus menetapkan bahwa Irjen Pol. FS diduga melakukan pelanggaran menyangkut masalah ketidakprofesionalan dalam olah TKP,” kata Dedi.

Informasi yang beredar sebelumnya, Ferdy Sambo ditangkap dan ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Namun, Dedi meluruskan informasi tersebut. Menurut Dedi, Irjen Ferdy Sambo tidak ditangkap, melainkan diamankan di tempat khusus.

“Saya meluruskan informasi yang sudah tersebar di beberapa media. Dari hasil komunikasi saya dengan tim khusus (timsus), masih mendalami proses penyidikan terkait kejadian di Duren Tiga (penembakan antarpolisi),” tegasnya.

Timsus, kata Dedi, kerjanya ada pro justicia. Tapi sesuai dengan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, selain timsus ada juga inspektorat khusus (irsus).

“Seperti yang sudah disampaikan Kapolri kemarin bahwa Irsus sudah memeriksa terhadap 25 anggota Polri. Empat di antaranya mendapat tempat khusus dalam rangka proses pemeriksaan terkait pelanggaran kode etik ketidakprofesionalan anggota Polri di dalam melaksanakan olah TKP,” ujar Dedi.

“Malam hari ini yang bersangkutan langsung ditempatkan di tempat khusus yaitu di Korps Brimob Polri. Sebelumnya, Irjen FS diduga melakukan pelanggaran kode etik terkait ketidakprofesionalan dalam olah TKP penanganan kasus tewasnya Brigadir J alias Nofriansyah Yoshua Hutabarat,” jelasnya.

Tim Pantau
Editor
Tim Pantau.com