Pantau Flash
RSD Wisma Atlet Kemayoran Rawat 1.396 Pasien Positif hingga 4 Juli 2020
1 Orang di Iran Meninggal Dunia Setiap 7 Menit karena COVID-19
Epidemiolog: Belum Ada Laporan Transportasi Publik Jadi Klaster COVID-19
Gedung Putih Pastikan Pilpres AS Tetap Digelar 3 November 2020
Ombudsman Soal Ganjil Genap: Waspadai Klaster Transportasi Publik

4 Kali Mangkir, Politisi Golkar Malchias Mekeng Kembali Dipanggil KPK

4 Kali Mangkir, Politisi Golkar Malchias Mekeng Kembali Dipanggil KPK Gedung KPK. (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kembali memanggil anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Melchias Marcus Mekeng untuk diperiksa sebagai saksi dalam penyidikan kasus korupsi.

Mekeng dipanggil sebagai saksi Jumat siang ini (6/12/2019), untuk tersangka Samin Tan (SMT), pemilik perusahaan pertambangan PT Borneo Lumbung Energi dan Metal (BLEM) dalam penyidikan kasus korupsi pengurusan terminasi kontrak Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambagan Batubara (PKP2B) PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT) di Kementerian ESDM.

"Yang bersangkutan diagendakan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SMT," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Baca juga: KPK Lelang 10 Ponsel Koruptor, Ada yang Minat?

Sebelumnya, Mekeng beberapa kali tidak memenuhi panggilan KPK masing-masing pada masing-masing pada Rabu (11/9), Senin (16/9), Kamis (19/9), dan Selasa (8/10).

Untuk diketahui, tersangka Samin Tan memberi suap kepada mantan Wakil Ketua Komisi VII Eni Maulani Saragih sebesar Rp5 miliar terkait pengurusan terminasi kontrak tersebut.

KPK pada 15 Februari 2019 telah menetapkan Samin Tan sebagai tersangka. Namun sampai saat ini, KPK belum menahan yang bersangkutan.

Konstruksi perkara diawali pada Oktober 2017 Kementerian ESDM melakukan terminasi atas Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT). Sebelumnya diduga PT BLEM milik Samin Tan telah mengakusisi PT AKT.

Untuk menyelesaikan persoalan terminasi perjanjian karya tersebut, Samin Tan diduga meminta bantuan sejumlah pihak, termasuk anggota Komisi VII DPR dari fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih terkait permasalahan pemutusan Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) Generasi 3 di Kalimantan Tengah antara PT AKT dengan Kementerian ESDM.

Eni Maulani Saragih sebagai anggota DPR di Komisi Energi menyanggupi permintaan bantuan Samin Tan dan berupaya mempengaruhi pihak Kementerian ESDM termasuk menggunakan forum Rapat Dengar Pendapat dengan Kementerian ESDM dimana posisi Eni adalah anggota panitia kerja (panja) Minerba Komisi VII DPR RI.

Baca juga: Usut Suap e-KTP, KPK Panggil (Lagi) 2 Anggota DPR

Dalam proses penyelesaian tersebut, Eni diduga meminta sejumlah uang kepada Samin Tan untuk keperluan pilkada suami di Kabupaten Temanggung.

Pada Juni 2018 diduga telah terjadi pemberian uang dari tersangka Samin Tan melalui staf dan tenaga ahli Eni di DPR sebanyak dua kali yaitu pada 1 Juni 2018 sebanyak Rp4 miliar dan pada 22 Juni 2018 sebanyak Rp1 miliar.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: