Pantau Flash
Kasus Positif COVID-19 Jadi 76.981, Nol Kasus Baru di Sembilan Provinsi
Kelly Preston Istri dari John Travolta Meninggal Dunia
Penyanyi Rap Lil Marlo Ditemukan Tewas dengan Luka Tembak
Kinerja Industri Pengolahan Triwulan II-2020 Anjlok
Kemenkes Sebut Rp150 Ribu Bukan HET Rapid Test COVID-19

5 Fakta Briptu Heidar yang Gugur saat Disandera oleh KKB di Puncak Papua

Headline
5 Fakta Briptu Heidar yang Gugur saat Disandera oleh KKB di Puncak Papua Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Briptu Heidar ditemukan gugur usai disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Usir, Kabupaten Puncak, Papua, pada Senin, 12 Agustus 2019. Heidar ditemukan tewas akibat luka tembak di bagian kepala dan leher.

Karo Penmas DivHumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menembak Briptu Heidar dengan menggunakan senjata laras panjang ketika mencoba melarikan diri dari penyekapan. Pelaku penembakan diduga berinisial JM.

Berikut fakta-fakta gugurnya Briptu Heidar saat disandera di Puncak Papua dirangkum Pantau.com dari berbagai sumber:

Baca juga: Polri Beberkan Kronologis Tewasnya Briptu Heidar di Papua

1. Penyanderaan Briptu Heidar

Briptu Heidar disandera sekelompok orang tidak dikenal di Kabupaten Puncak, Papua pada Senin, 12 Agustus 2018, sekitar pukul 11.00 WIT.

Penyanderaan Briptu Heidar bermula saat ia bersama Bripka Alfonso Wakum melintas di sekitar Kampung Usir dekat Kampung Mudidok menggunakan sepeda motor. Saat melintas, ada warga yang memanggil nama korban sehingga keduanya berhenti dan korban datang menghampiri warga sipil tersebut.

Namun, tiba-tiba dari dalam semak belukar muncul sekelompok orang misterius bersenjata api menangkap korban dan membawanya, tanpa bisa melakukan perlawanan.

Sedangkan rekannya, Bripka Wakum, langsung menjatuhkan diri dan bersembunyi, ketika situasi dianggap aman yang bersangkutan langsung menuju ke Polsek Ilaga untuk melaporkan insiden yang mereka alami.

2. Ditemukan Gugur saat Negosiasi 

Anggota Direskrim Polda Papua tersebut dilaporkan gugur di tengah upaya pihak Pemkab Puncak dan Polres Puncak Jaya melakukan negoisasi dengan KKB di Papua.

Karo Penmas DivHumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan penyebab tewasnya anggota Ditreskrimum Polda Papua itu lantaran ditembak saat mencoba melarikan diri. Polri menyebut Briptu Heidar ditembak dengan menggunakan senjata laras panjang dari arah belakang dan tepat mengenai kepalanya. 

"Dapat informasi Briptu Heidar ini melarikan diri, berontak melarikan diri. Pada saat melarikan diri tertembak oleh KKB tersebut," ucap Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 13 Agustus 2019.

3. Jenazah Ditemukan Tak Jauh dari Lokasi Penyanderaan

Jenazah Briptu Heidar ditemukan tidak jauh dari lokasi pengadangan di Kampung Usir, dekat Kampung Mudidok, Kabupaten Puncak.

Saat ini, jenazah Briptu Heidar telah dievakuasi oleh tim gabungan TNI-Polri. Jasadnya telah diterbangkan dari Timika menuju kampung halaman almarhum ke Makassar, pada pukul 12.00 WIT.

"Tadi diterbangkan menggunakan pesawat Sriwijaya dari Timika menuju ke rumah duka di daerah Makassar untuk dimakamkan hari ini juga," kata Dedi.

Baca juga: Briptu Heidar Ditembak Senjata Laras Panjang, Polri Sebut Identitas Pelaku

4. Pelaku Penembakan Diduga KKB JM

Terkait dengan sosok pelaku penembakan, polisi menduga bahwa pria berinisial JM itu merupakan anggota kelompok yang dipimpin oleh G dan disebut menguasai daerah Kabupaten Puncak, Papua.

"Kelompok tersebut adalah kelompok dari G. Daerah tersebut dikuasai oleh kelompok G, kemudian yang melakukan diduga JM, yang melakukan penembakan terhadap Briptu Haedar," kata Dedi.

5. Kenaikan Pangkat Briptu Heidar

Polri memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa kepada Briptu Heidar yang gugur saat bertugas di Kabupaten Puncak, Papua.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Briptu Heidar akan mendapatkan kenaikan pangkat menjadi Brigadir Polisi (Brigpol).

"Naik pangkat menjadi brigpol," kata Dede, dikutip Antara,  Senin, 12 Agustus 2019.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - NPW

Berita Terkait: