Pantau Flash
Surat Edaran Kemenag: Salat Tarawih di Rumah dan Salat Id Ditiadakan
639 Jenazah Dimakamkan di DKI Jakarta Sesuai Protap COVID-19
Update COVID-19 Indonesia 6 April: 2.491 Positif, 192 Sembuh, 209 Meninggal
Dokter Klub Liga Perancis Bunuh Diri Usai Dinyatakan Positif Korona
Pemerintah: Belum Ada Wilayah yang Disetujui untuk Terapkan PSBB

5 Fakta di Balik Gugurnya Seorang Prajurit TNI dalam Kerusuhan di Papua

Headline
5 Fakta di Balik Gugurnya Seorang Prajurit TNI dalam Kerusuhan di Papua Serda Rikson (Foto: Facebook/Rickson EC)

Pantau.com - Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja memastikan ada tiga korban tewas dalam insiden kerusuhan yang terjadi di Deiyai, Rabu, (28/8/2019). Tiga orang tewas itu terdiri dari dua warga sipil dan satu orang anggota TNI AD.

Satu anggota TNI AD yang gugur itu bernama Serda Rikson Edi Chandra. Serda Rikson tercatat saat ini bertugas di Satuan Yonif Kaveleri/Serbu, Kodam II Sriwijaya dan sejak 3 Juli 2019 telah menjalani tugas Satgas Operasi Papua-Papua Newgenei. Naas insiden kerusuhan akibat isu rasial yang terjadi di Papua khususnya di Kabupaten Deiyai, Papua berujung terenggutnya nyawa Serda Rikson.

Insiden yang menewaskan tiga korban jiwa itu berawal dari demo yang dilakukan sekitar 100 orang yang melakukan orasi di halaman kantor bupati Deiyai, namun tiba-tiba datang sekitar 1.000-an orang yang berlari-lari kecil dan sebagian di antara menyerang aparat keamanan.

Baca juga: Jayapura Rusuh, Begini Respons Presiden Jokowi

Massa menyerang mobil yang sebelumnya ditumpangi anggota TNI dan merampas senjata api yang berada di dalam mobil tersebut. Selain mengambil 10 senpi jenis SS 1 beserta magasen berisi amunisi, mereka membunuh anggota TNI dengan menggunakan parang dan anak panah hingga menewaskan Serda Rikson.

Beberapa fakta terkait gugurnya nyawa Serda Rikson mulai dikemukakan sejumlah pihak. Berikut Pantau.com sajikan fakta-fakta di balik gugurnya nyawa prajurit saat menjalankan tugas negara.

1. Gugur Saat Pertahankan Senjata


Serda Rikson (Foto: Facebook/Rickson EC)

Serda Rikson gugur ketika mempertahankan senjata api milik TNI dari upaya perampasan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Deiyai, Papua, Rabu (28/8/2019). Hal itu diungkapkan langsung oleh Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian di ruangan Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (29/8/2019). 

"Ada rekan kami satu anggota TNI yang gugur. Dia sedang menjaga kendaraan, menjaga senjata yang disimpan dalam kendaraan, kemudian dilukai, dibacok dengan panah, gugur," ujar Tito. 

Sayangnya, kelompok penyerang dapat merebut senjata-senjata tersebut dan melakukan aksi brutal hingga menewaskan Serda Dikson.

2. Rekan Wanti-Wanti Serda Rikson Melalui Komentar di Medsos


Kolom Komentar Diunggah FB (Foto: Facebook/Rickson EC)

Untuk diketahui Serda Rikson ternyata memang baru saja dipindahtugaskan dari Kodam II Sriwijaya sebagai Satgas Operasi Papua-Papua Newgenei pada bulan Juli kemarin. Menandai hal tersebut Serda Rikson sempat mengunggah foto diri di laman facebook pribadinya.

Dalam unggahannya tersebut ternyata rekan sesama prajurit TNI menuliskan pesan di kolom komentar mewanti-wanti agar Rikson berhati-hati dalam menjalankan tugas.

"Hati2 rikson dikampung orang," tulis akun Turahno Rahno, rekan satu profesi Rickson juga.

Siapa sangka pesan tersebut ternyata menjadi perhatian terakhir yang dikirimkan rekan sejawat sebelum Serda Rikson dinyatakan gugur dalam tugas.

3. Gugur Terpanah dan Dibacok


Ilustarasi (Foto: Pixabay)

Serda Rikson menjadi salah satu dari tiga korban tewas dalam aksi brutal buntut kerusuhan yang terjadi di Deiyai, Papua. Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengungkapkan, bahwa gugurnya Serda Rikson karena terkena panah dan pembacokan.

"Ada rekan kami satu anggota TNI yang gugur. Dia sedang menjaga kendaraan, menjaga senjata yang disimpan dalam kendaraan, kemudian dilukai, dibacok dengan panah, gugur," ujar Tito.

4. Tinggalkan Seorang Istri dan 2 Anak


Keluarga Serda Rikson (Foto: Jambiexpress)

Serda Rikson gugur dengan meninggalkan istri bernama Endang Susilawati (35) dan dua orang anak yakni Richard D berumur 13 tahun dan Shakira NK berumur 9 tahun.

Endang Susilawati istri korban mungkin menjadi orang yang paling merasa terpukul atas gugurnya Serda Rikson saat menjalankan tugas negara. Hal itu terlihat saat ia menanti jenazah suaminya datang ke rumah duka. Tampak ia memegang sangat erat foto Serda Rikson.

5. Diberikan Kenaikan Pangkat dan Prioritas Pendidikan Anaknya


Serda Rikson (Foto: Facebook/Rickson EC)

Kodam II Sriwijaya langsung menaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi kepada almarhum Serda Rikson Edi Chandra menjadi Sertu Anumerta. Penghargaan tersebut diberikan kepada almarhum Serda Rikson Edi Chandra yang gugur saat menjalankan tugas di Papua.

"Untuk santunan kepada keluarga yang ditinggalkan pasti ada dari Kodam II Sriwijaya sesuai prosedur. Termasuk juga untuk anaknya jika sudah besar dan ingin jadi prajurit TNI AD, bisa diprioritaskan. Itu juga sebagai bentuk penghargaan Kodam II Sriwijaya kepada gugurnya kusuma bangsa," kata Kepala Penerangan Kodam II/Sriwijaya Kolonel Inf Djohan Darmawan, Kamis (29/08/2019).

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: