Pantau Flash
Kejuaraan Dunia IWAS Diundur Akibat Virus Korona
Ditresnarkoba: China Pemasok Terbesar Narkoba ke Indonesia
Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo Jadi Komut BRI
Presiden Jokowi Minta Segera Disiapkan Timnas Basket yang Tangguh
Persebaya Lolos ke Final Piala Gubernur Jatim 2020 Usai Bungkam Arema 4-2

5 Fakta-fakta Kecelakaan Maut di Tol Cipularang

Headline
5 Fakta-fakta Kecelakaan Maut di Tol Cipularang Petugas membersihkan sisa kecelakaan (Foto: Antara/Ibnu Chazar)

Pantau.com - Kecelakaan tragis terjadi di Tol Cipularang, KM 91, Purwakarta, Jawa Barat, Senin siang (2/9/2019). Lebih dari 20 mobil terlibat dalam tabrakan yang terjadi di ruas Bandung menuju Jakarta ini.

Tabrakan beruntun kali ini tak hanya menimbulkan korban luka, tapi juga merenggut nyawa. Sebenarnya jika dirunut ke belakang, ini bukanlah kecelakaan pertama di tol yang menghubungkan Jakarta dan Bandung itu. 

Tekstur jalan yang lurus kemudian ada tanjakan serta turunan membuat pengendara kadang hilang konsentrasi saat mengemudi. 

Akibatnya, seringkali tabrakan tak bisa terhindarkan. Berikut lima fakta tabrakan tragis yang terjadi di Tol Cipularang, Senin siang:

Baca juga: Video Mencekam Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang Arah Purwakarta


Petugas evakuasi mobil yang kecelakaan (Foto: Antara/Ibnu Chazar)

1. Melibatkan 21 kendaraan

Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriadi, mengatakan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan maut di jalan Tol Cipularang Kilometer 91 dari arah Bandung ke Jakarta mencapai 21 kendaraan.

"Ada 21 kendaraan yang terlibat kecelakaan. Beberapa kendaraan hangus terbakar," kata Rudy.

"Untuk penyebab kecelakaan masih diselidiki secara khusus," kata dia.


2. Korban tewas 8 orang

Polres Kabupaten Purwakarta menyatakan 8 orang meninggal dunia dalam kecelakaan beruntun di jalan tol Cipularang Kilometer 91 arah Jakarta. Sebelumnya, kabar yang beredar menyebutkan ada 9 korban tewas dalam insiden ini.

"Sesuai dengan identifikasi, ada delapan orang yang meninggal akibat kecelakaan itu," kata Perwira Urusan Humas Polres Purwakarta, Ipda Tini Yutini, saat dihubungi di Purwakarta, seperti dilansir dari Antara.

Dari 8 korban yang meninggal dunia, ada yang meninggal akibat mengalami luka bakar dan ada juga yang meninggal di tempat kejadian. Selain korban meninggal, ada pula puluhan korban lainnya yang mengalami luka-luka.

Data yang dihimpun, Rumah Sakit Thamrin Purwakarta menangani tujuh korban meninggal dunia serta 24 korban luka. Kemudian Rumah Sakit Siloam Purwakarta menangani satu korban meninggal dan RSUD Bayu Asih Purwakarta menangani empat korban luka-luka.

Petugas mengevakuasi korban kecelakaan (Foto: Antara/Ibnu Chazar)

Baca juga: Kemacetan di Tol Cipularang Pasca Tabrakan Beruntun, Ini Solusi Jasa Marga

3. Penyebab kecelakaan

Dugaan sementara kecelakaan maut itu terjadi akibat mobil dump truk yang terguling di ruas tol tersebut sehingga kendaraan lain yang berada di jalur yang sama berhenti mendadak hingga terjadi tabrakan beruntun.

"Penyebab kecelakaan ini sedang kita selidiki (secara) khusus. Tapi (dilihat di lokasi) di depan kita lihat ada dump truk terguling, dan terguling karena apa. Sehingga kendaraan yang di belakang mengerem mendadak," kata Rudy.


4. Korban luka ditangani tiga rumah sakit berbeda

Kecelakaan yang terjadi pada siang hari ini merenggut 8 korban tewas dan puluhan orang luka-luka. Data yang dihimpun, Rumah Sakit Thamrin Purwakarta menangani tujuh korban meninggal dunia serta 24 korban luka. Kemudian Rumah Sakit Siloam Purwakarta menangani satu korban meninggal dan RSUD Bayu Asih Purwakarta menangani empat korban luka-luka.


5. Contraflow diberlakukan usai kecelakaan

Pihak Jasa Marga serta kepolisian memberlakukan rekayasa contraflow untuk melakukan evakuasi kendaraan serta pembersihan jalur usai kecelakaan itu.

Akibatnya, kendaraan yang mengarah ke Jakarta mengalami antrean panjang sekitar enam kilometer dari titik kejadian kecelakaan tersebut.

"Jam 15.00 WIB (mulai contraflow), antrean sampai enam kilometer sepertinya," kata petugas yang mengatur rekayasa contraflow (lawan arus).

Pasca-kecelakaan maut tersebut, lokasi kejadian diselimuti tanah akibat muatan dua truk yang terlibat tabrakan beruntun. Pihak Jasa Marga menurunkan dua alat berat untuk melakukan pembersihan serta evakuasi kendaraan.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH
Category
Nasional

Berita Terkait: