Pantau Flash
Arab Saudi Berhentikan Sementara Pelayanan Umrah Gara-gara Korona
'Wanita Bisa Hamil di Kolam Renang' Jadi Sorotan Media Internasional
Bayern Munchen Rilis Jersey Khusus Peringati Hari Jadi ke-120
Stadion Klabat Jadi Kandang Persipura di Liga 1 Musim 2020
Zidane: Guardiola Pelatih Terbaik Dunia

5 Fakta Kasus Salib Ustaz Abdul Somad yang Berujung Laporan Polisi

Headline
5 Fakta Kasus Salib Ustaz Abdul Somad yang Berujung Laporan Polisi Dai Ustad Abdul Somad. (Foto: Antara/Feny Selly)

Pantau.com - Nama Ustaz Abdul Somad atau dikenal dengan UAS kembali ramai diperbincangkan masyarakat Indonesia. Pasalnya, ia diberitakan telah melakukan dugaan penistaan terhadap simbol agama dalam salah satu acara dakwahnya. 

Meski menurutnya itu adalah video ceramahnya di Riau 3 tahun lalu, tapi video itu kembali beredar dan jadi viral sekarang.

Berikut 5 fakta kasus dugaan penistaan agama Ustaz Somad yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Dugaan Kasus Penistaan Simbol Agama

Hal ini berawal dari sebuah video cemarah UAS yang diunggah dalam media sosial yang kemudian viral. Dalam ceramahnya itu, UAS mengatakan bahwa dalam hukum Islam, salib adalah tempat bersarangnya jin kafir.

Somad mengatakan hal itu untuk menanggapi pertanyaan salah satu anggota jemaahnya yang menggigil hatinya ketika melihat salib.

Baca juga: Soal Kasus Salib, Ustaz Abdul Somad Resmi Dilaporkan ke Polda NTT

"Apa sebabnya? Saya selalu terbayang salib, jin kafir sedang masuk karena di salib itu ada jin kafir. Dari mana masuknya jin kafir? Dari patung (yang) kepalanya ke kiri apa ke kanan?" kata Somad sambil melapangkan kedua tangannya menirukan bentuk 'corpus' pada salib di Gereja Katolik.

2. Dilaporkan Tiga Pihak ke Polisi

Organisasi massa (ormas) Brigade Meo resmi melaporkan Ustaz Abdul Somad (UAS) terkait kasus dugaan penistaan terhadap simbol agama.

Kuasa hukum Brigade Meo, Yacoba Yanti Susanti Siubelan mengatakan, pelaporan itu karena ceramahnya meresahkan sejumlah umat Kristen dan Katolik di Indonesia.

Ketua Brigade Meo NTT Jacobis Mercy Siubelan ditemui mengatakan yang dilakukan oleh UAS tidak bisa ditolerir karena menyakitkan umat agam lain. 

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Korneles Jalanjinjinay melaporkan UAS ke Bareskrim Polri pada Senin, 19 Agustus. GMKI mengatakan, laporan itu untuk memperjuangkan kepentingan bangsa, bukan untuk membela agama tertentu. 

Selain GMKI, Organisasi masyarakat Horas Bangso Batak (HBB) juga melayangkan laporan UAS atas dugaan kejahatan terhadap ketertiban umum. Laporan tersebut terkait dengan video ceramah UAS yag viral dalam media sosial.

Kuasa hukum organisasi HBB Erwin Situmorang menilai isi ceramah UAS yang menistakan salah satu agama bisa menimbulkan keributan di publik.


3. Klarifikasi UAS

Dalam ceramahnya, UAS memberi klarifikasi soal kasusnya yang diunggah oleh akun YouTube FSRMM TV pada Minggu, 18 Agustus 2019. Dalam pernyataannya, UAS mengaku heran video pengajiannya yang menjawab pertanyaan jamaah soal salib di menjadi viral. 

"Pengajuan itu lebih dari 3 tahun lalu. Sudah lama, di kajian subuh Sabtu, di Masjid Annur, Pekanbaru. Karena rutin pengajian di sana, satu jam pengajian dilanjutkan diteruskan dengan tanya jawab, tanya-jawab," kata UAS.

Baca juga: Hidayat Nur Wahid Nilai Tak Ada yang Salah dalam Ceramah Ustaz Abdul Somad

UAS menegaskan bahwa pernyataannya bukan untuk merusak hubungan dan mengatakan, pengajiannya dilakukan dalam forum tertutup. Ia mengaku apa yang diucapkannya untuk internal jemaah umat Islam.

"Kenapa diviralkan sekarang, kenapa dituntut sekarang? Saya serahkan kepada Allah SWT. Sebagai warga yang baik saya tidak akan lari, saya tidak akan mengadu. Saya tidak akan takut, karena saya tidak merasa bersalah, saya tidak pula merusak persatuan dan kesatuan bangsa," ucapnya.

4. MUI Imbau Kasus Diselesaikan dengan Damai

Ketua Komisi Dakwah MUI KH Cholil Nafis mengimbau agar kasus ini tak perlu sampai ke polisi. Menurutnya, sesama anak bangsa harus bisa saling memaafkan. Ia juga meminta agar penceramah hati-hati dalam menyiarkan kepada umum materi ceramahnya.

"Sebaiknya ajaran yang disampaikan di kalangan umat muslim sendiri disayangkan jika disiarkan secara umum apalagi viral. Tentu hal ini jadi pelajaran bagi pendakwah dan para tokoh agama agar lebih hati-hati," ucapnya.

5. #KamiBersatuBersamaUAS Trending Topik di Twitter

Tagar KamiBersatuBersamaUAS sempat menjadi trending topik di Twitter pada 18 Agustus 2019. #KamiBersatuBersamaUAS menjadi trending nomor satu di Indonesia dengan jumlah tweet sebanyak 34,6 ribu.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Nasional

Berita Terkait: