Pantau Flash
Rupiah Nongkrong di Level Rp13.667 per Dolar AS
Hari Ini Rekayasa Perjalanan KRL Jakarta Kota Masih Diberlakukan
Williams Racing Bertekad Bangkit di Musim 2020
Ashraf Sinclair, Suami BCL Meninggal Dunia
Arcandra: Mobil Listrik Dapat Tekan Impor Minyak Mentah

5 Kerusuhan Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Hanya karena Salah Paham

Headline
5 Kerusuhan Pernah Terjadi di Indonesia, Ada yang Hanya karena Salah Paham Kerusuhan Manokwari (Foto: Antara/Toyiban)

Pantau.com - Kerusuhan yang terjadi di Papua Barat pada Senin kemarin menyita perhatian. Insiden itu bermula dari kejadian tidak mengenakkan yang dialami beberapa mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang. Bahkan akibat kejadian kerusuhan di Manokwari itu, kepala daerah setempat hingga Presiden Joko Widodo turut angkat suara.

Kerusuhan sebetulnya bukan hal baru terjadi di Indonesia. Banyak hal bisa jadi pemicu terjadi kerusuhan. Entah isu rasisme seperti yang terjadi di Papua saat ini, masalah ekonomi seperti saat peristiwa Mei 1998, hingga persoalan politik. 

Baca juga: Polisi Pantau Akun Media Sosial yang Sebarkan Hoax Kerusuhan Papua Barat

Berikut kerusuhan yang pernah terjadi di Indonesia:

1. Kerusuhan 21-22 Mei 2019


Aksi kerusuhan 22 Mei di Tanah Abang (Foto: Pantau.com/Anugerah Ali Rizky)

Berawal dari demonstrasi damai sejak 21 Mei 2019 di depan Gedung Bawaslu hingga sekitar area Sarinah dan MH Thamrin, Jakarta. Demo itu untuk mengawal proses sidang gugatan sengketa pilpres. 

Hingga sore hari, tidak ada keributan yang terjadi. Bahkan pendemo dengan aparat sempat berbuka puasa bersama di jalan raya. Namun saat malam sudah larut dilaporkan ada provokasi yang menyebabkan kericuhan dengan polisi. Kericuhan terus berlanjut hingga tanggal 22 Mei siang. Akibat kericuhan tersebut dikabarkan delapan orang tewas.


2. Kerusuhan di Lampung Selatan 2012

Warga yang bertikai (Foto: Antara/Eni Mushlihah)

Konflik ini terjadi akibat kesalahpahaman antara warga Desa Agom dan Desa Balinuraga di Lampung. Awalnya, dua gadis Desa Agom terjatuh dari motor kemudian dibantu oleh warga Desa Balinuraga. Namun yang berita yang tersebar, warga Balinuraga menolong dua gadis itu diikuti pelecehan. Akibatnya warga Agom marah. 

Konflik kekerasan itu mengakibatkan 14 korban meninggal dunia, belasan luka parah, dan 1.700 warga mengungsi. Kekerasan ini berlangsung selama 3 hari, pada 27 - 29 Oktober 2012. Cakupan luas konflik ini meliputi dua kecamatan, yakni Kalianda dan Way Panji. Total kerugian akibat konflik itu mencapai Rp24,88 miliar, 532 rumah rusak dan dibakar.


3. Kerusuhan di Ambon 1999

Kerusuhan Ambon (Foto: Satujam.com)

Konflik yang ada kaitannya dengan agama terjadi di Ambon sekitar tahun 1999. Konflik ini akhirnya meluas dan menjadi kerusuhan buruk antara agama Islam dan Kristen yang berakhir dengan korban meninggal dunia. Orang-orang dari kelompok Islam dan Kristen saling serang dan berusaha menunjukkan kekuatannya. 

Baca juga: Soal Kerusuhan Papua, Fahri Hamzah: Presiden Nampak Dong!

4. Kerusuhan Ahmadiyah Lombok

Rumah korban kerusuhan (Foto: islami.co)

Kerusuhan ini terjadi akibat warga yang dipersulit dalam pembuatan KTP. Konflik ini berlangsung hingga 7 kali penyerangan yang masif antara kurun 1998 sampai 2006 dengan 8 tahun warga jadi pengungsian.

Cakupan konflik ini mencapai 4 wilayah provinsi, yakni Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, dan Kota Mataram.

Dalam kasus itu ditemukan 9 korban meninggal dunia, 8 luka-luka, 9 gangguan jiwa, 379 terusir, 9 dipaksa cerai, 3 keguguran, 61 putus sekolah, 45 dipersulit membuat KTP, dan 322 dipaksa keluar dari Ahmadiyah. 

Akibat kerusuhan itu juga mengakibatkan 11 tempat ibadah dan 114 rumah rusak, dengan 64,14 hektar tanah terlantar, 25 tempat usaha rusak, dan ratusan harta benda rusak dan dijarah.


5. Kerusuhan Maluku dan Maluku Utara

Kerusuhan (Foto: Istimewa)

Akibat kerusuhan yang terjadi antar dua provinsi tersebut mengakibatkan 8.000 sampai 9.000 korban meninggal dunia dan 700.000 warga mengungsi. Dengan lama konflik yang mencapai empat tahun, dari 1999 sampai 2002, konflik ini mencakup luasan sampai tingkat provinsi. 

Kerugian materi akibat konflik tersebut, yakni 29.000 rumah terbakar dan 7.046 rumah rusak, serta 45 masjid, 57 gereja, 719 toko, 38 gedung pemerintah, dan 4 bank hancur.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: