Pantau Flash
Jokowi Terbitkan Inpres 6/2020 Tentang Penegakan Hukum Protokol Kesehatan
WHO: Wuhan Diduga Bukan Tempat Awal Penularan COVID-19
Peneliti IPB: 80 Persen Tanaman Obat Dunia Ada di Indonesia
Ambyar! Konsumsi Rumah Tangga Anjlok, Terburuk Sejak 1999
Menhub: Ojek-Taksi Daring Lebih Unggul dari Angkutan Pengumpan

7 Gempa Bumi yang Pernah Guncang Kaltim, Provinsi Calon Ibu Kota Baru RI

Headline
7 Gempa Bumi yang Pernah Guncang Kaltim, Provinsi Calon Ibu Kota Baru RI Ilustrasi peta Indonesia (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Kalimantan Timur sempat digadang-gadang jadi provinsi ibu kota baru Indonesia. Munculnya nama Kaltim keluar dari mulut Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil, meski belakangan ia koreksi. 

Salah satu alasan pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Pulau Kalimantan adalah karena pulau itu aman dari dari gempa, tidak seperti Pulau Jawa yang rentan bencana. Tapi ternyata anggapan itu tak selamanya benar.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memonitor bahwa secara geologi dan tektonik sesar gempa di Kalimantan Timur masih sangat aktif.

"Sesar Maratua dan Sesar Mangkalihat di wilayah Kabupaten Berau dan Kabupaten Kutai Timur menunjukkan masih sangat aktif," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, Jumat (23/8/2019).

Baca juga: Ibu Kota Indonesia Bakal Pindah ke Kalimantan Timur, Ini 5 Desainnya

Secara geologi dan tektonik, di wilayah Provinsi Kalimatan Timur (Kaltim) terdapat tiga struktur sesar sumber gempa yaitu Sesar Maratua, Sesar Mangkalihat, dan Sesar Paternoster.

Dalam peta seismisitas pada dua zona sesar ini aktivitas kegempaannya cukup tinggi dan membentuk klaster sebaran pusat gempa yang berarah barat-timur.

Berikut catatan gempa di Kaltim berkaitan dengan Sesar Maratua dan Sesar Sangkulirang:

1. Gempa dan Tsunami Sangkulirang pada 14 Mei 1921. Gempa memiliki skala intensitas VII-VIII MMI dan diikuti tsunami. 

2. Gempa Tanjung Mangkalihat berkekuatan M=5,7 pada16 November 1964

3. Gempa Kutai Timur berkekuatan M=5,1 pada 4 Juni 1982

4. Gempa Muarabulan, Kutai Timur, berkekuatan M=5,1 pada 31 Juli 1983

5. Gempa Mangkalihat berkekuatan M=5,4 pada 16 Juni 2000

6. Gempa Tanjungredep berkekuatan M=5,4 pada 31 Januari 2006

7. Gempa Muaralasan, Berau, berkekuatan M=5,3 pada 24 Februari 2007

Baca juga: 5 Fakta Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan, Ada Bocoran Lokasi dari Bappenas

Berdasarkan hasil kajian Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen) pada 2017, Sesar Mangkalihat memiliki potensi magnitudo mencapai magnitudo 7,0. Sebagai gambaran skenario tingkat guncangan (shake map) akibat gempa yang bersumber dari Sesar Mangkalihat dapat berdampak hingga skala intensitas VI-VII MMI.

Artinya gempa yang terjadi dapat menimbulkan kerusakan tingkat sedang hingga berat di Semenajung Mangkalihat dan sekitarnya.

Sementara itu, Sesar Paternoster yang jalurnya berarah barat-timur melintasi wilayah Kabupaten Paser, meskipun termasuk kategori sesar berusia tersier tetapi hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa di jalur sesar ini masih sering terjadi gempa.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: