89 Calon Jemaah Haji Kabupaten Meranti Riau Gagal Berangkat Tahun Ini

Headline
Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Muhammad Adil menyalami calon jamaah haji (CJH) Meranti sebelum melaksanakan pelatihan manasik haji di Masjid Al Barokah Kantor Bupati, Selatpanjang, Senin (23/5/22). (ANTARA/Rahmat Santoso/22)Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Muhammad Adil menyalami calon jamaah haji (CJH) Meranti sebelum melaksanakan pelatihan manasik haji di Masjid Al Barokah Kantor Bupati, Selatpanjang, Senin (23/5/22). (ANTARA/Rahmat Santoso/22)

Pantau – Sebanyak 89 calon jemaah haji (CJH) Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, gagal berangkat untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini karena imbas dari pengurangan kuota 50 persen dan melebihi usia yang ditetapkan.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Meranti, Effendi, mengatakan pemotongan kuota sebanyak 50 persen sesuai dengan aturan Kementerian Agama RI. Jumlah calon jemaah haji Meranti sebelumnya 160 orang.

“Verifikasi yang dilakukan karena ada yang berusia 60 tahun. Selain itu ada yang ingin berangkatnya bersama, misalnya suami, istri, dan anak yang ingin berangkat bersama orang tuanya. Hal itu dikarenakan dengan adanya pembatasan kuota ini,” ujar Effendi di Selatpanjang, Kamis (26/5/2022).

Effendi menjelaskan, 50 persen atau 89 calon jemaah haji yang gagal itu kemungkinan akan diberangkatkan pada tahun depan.

Terkait dengan pelunasan biaya haji, seluruh jemaah sudah melunasinya pada 2021 lalu.

“Insya Allah, 50 persen berikutnya akan kita berangkatkan tahun depan, setelah ada keputusan dari pemerintah. Kemudian pelunasan biaya haji tidak ada masalah, karena tahun lalu semuanya sudah melakukan pelunasan. Sewaktu pembatalan berangkat pun tidak ada yang menarik dananya,” Effendi menjelaskan.

Selain itu, Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah itu juga belum bisa memastikan kloter keberangkatan calon jemaah haji dari Kepulauan Meranti. Tapi biasanya setiap kabupaten akan digabungkan dengan jemaah kabupaten lain.

“Belum tahu kloter mana, karena rata-rata kabupaten itu tidak cukup untuk dijadikan satu kloter sehingga harus digabungkan. Hingga saat ini kita belum dapat konfirmasi terkait hal itu,” ujarnya.

Untuk keberangkatan nantinya, calon jemaah haji dari Meranti akan diberangkatkan melalui embarkasi Antara di Pekanbaru seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau untuk embarkasi, kita masih memakai embarkasi Batam atau embarkasi Antara. Jadi calon jemaah haji ke Pekanbaru dulu baru ke embarkasi Batam dan bergabung dengan kloter lainnya,” tutur Effendi.

“Kita maunya langsung ke Batam dan Pak Bupati juga mau begitu, karena jaraknya yang dekat. Namun itu sudah di-SK-kan, jadinya kita mengikuti saja,” tambahnya. (Antara)

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Aries Setiawan