Pantau Flash
Uji Klinis Fase 1 Vaksin Merah Putih Pertengahan 2021
PSSI Akan Gelar Kongres Tahunan Secara Tatap Muka Demi Hindari Gangguan Internet
Bupati Purwakarta Imbau Warganet Hati-hati dengan Akun Palsu yang Mencatut Namanya
Gunung Merapi Erupsi, Hujan Abu Guyur Sejumlah Wilayah di Boyolali
Korban Meninggal Dunia Akibat Gempa di Sulbar Mencapai 105 Orang

Abraham Samad Minta Presiden Jokowi Tak Loloskan Capim KPK Bermasalah

Headline
Abraham Samad Minta Presiden Jokowi Tak Loloskan Capim KPK Bermasalah Mantan Ketua KPK Abraham Samad (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

Pantau.com - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad meminta Presiden Joko Widodo untuk tidak meloloskan calon pimpinan KPK yang bermasalah.

"Sebagai mantan pimpinan sangat berharap ada respons serius dari Presiden untuk tidak meloloskan nama-nama yang kami anggap bisa melumpuhkan, merontokkan lembaga yang kami cintai ini, KPK," ujar Samad di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Baca juga: Pansel KPK Dikritik Loloskan Banyak Anggota Polri, Komisi III Buka Suara

Ia mengaku prihatin atas proses seleksi capim KPK periode 2019-2023. Dia menilai ada bahaya yang akan menimpa KPK jika orang yang bermasalah diloloskan dari tahap seleksi kali ini.

"Sebenarnya kita ketemu dengan tokoh masyarakat dengan para mantan pimpinan KPK. Ini adalah bagian dari rasa prihatin kami mendalam melihat bahwa ada ancaman yang sangat berbahaya yang akan menimpa KPK jika proses seleksi yang sekarang terus dilanjutkan dan meloloskan orang yang bermasalah," katanya.

Namun demikian, Samad tidak menjelaskan secara detail capim KPK yang disebut bermasalah tersebut.

Baca juga:  20 Capim KPK Banyak Dikritik, Fadli Zon: Presiden Harus Dengar Dong!

Ia juga menyoroti kinerja Pansel Capim KPK yang dinilai kurang transparan dan tidak menjabarkan secara jelas tentang penilaian capim KPK yang lolos.

"Menurut saya yang sekarang kurang transparan, dia harus bersikap jujur dong menyampaikan kriteria apa sampai orang yang lolos, kriterianya apa sampai orang ini nggak lolos," katanya.

Pansel Capim KPK juga belum menjelaskan secara langsung kepada publik terkait hal tersebut.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: