Ada Nama Ibas dan Puan di Buku Hitam, Ini Kata Setya Novanto

Setya Novanto di Pengadilan Tipikor. (Foto: Pantau.com/Dini Afriantoi Efendi)Setya Novanto di Pengadilan Tipikor. (Foto: Pantau.com/Dini Afriantoi Efendi)

Pantau.com – Setya Novanto menanggapi santai terkait adanya beberapa nama penting dalam kasus e-KTP di buku hitam miliknya yang kerap dibawa setiap persidangan. Nama tersebut adalah Edhie Baskoro Yudhoyono dan Puan Maharani.


Mantan Ketua DPR itu hanya meminta publik bersabar menunggu hasil fakta persidangan e-KTP. “Ya nanti kita lihat perkembangannya nanti,” ujar pria yang akrab disapa Setnov di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (15/2/2018).


Buku hitam Setnov memang fenomenal dalam beberapa persidangan terakhir e-KTP. Di dalam buku tersebut, terdapat tulisan Ibas (panggilan Edhie Baskoro Yudhoyono) menerima aliran dana dari Nazaruddin sebesar 500 ribu USD.


Bahkan Juru Bicara KPK Febri Diansyah meminta Setnov untuk menyampaikannya dalam persidangan e-KTP, karena jika hanya sekedar catatan akan dianggap tidak berguna. Setnov pun kembali tak ambil pusing ‘tantangan’ dari lembaga antirasuah itu.


“Itu kata wartawan. Masa KPK ngomong gitu? Nanti saya tanya Pak Febri dulu ya. Nanti kita lihat ya,” kata Setnov.


Dalam persidangan lanjutan yang dilaksanakan, dihadirkan 4 orang saksi diantaranya Yosef Sumarsono mantan staf Kemendagri, Winata Cahyadi Direktur Karsa Wira Utama (perusahaan pemenang tender uji coba e-KTP), Amalia Sumar Mardani Karyawan PT Biomorf Lone (pemenang tender sistem e-KTP), dan Abdullah mantan kurir Setya Novanto.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Widji Ananta