Pantau Flash
Total 16.500 Spesimen Diperiksa untuk Deteksi COVID-19 hingga 9 April 2020
Barcelona Siap Lepas Coutinho ke Chelsea
Titah Jokowi: ASN, TNI-Polri, dan Pegawai BUMN Dilarang Mudik!
Update Korona 9 April: 252 Sembuh, 280 Meninggal, dan 3.293 Positif
Sufmi Dasco: DPR RI Bentuk Satgas Lawan COVID-19

Ada Oknum Petugas Dishub yang Lakukan Praktik Pungli di Terminal Bekasi

Headline
Ada Oknum Petugas Dishub yang Lakukan Praktik Pungli di Terminal Bekasi Anggota Ombudsman Ninik Rahayu melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Terminal Bekasi, Jawa Barat, Minggu (Foto: Antara/Imam B)

Pantau.com - Anggota Ombudsman RI Ninik Rahayu melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Terminal Bekasi, dan menemukan masih adanya pungutan liar atau pungli yang diduga dilakukan oknum Dinas Perhubungan.

"Bus masuk tidak pakai tanda terima retribusi, kami sudah mendapatkan video, anggota yang berjaga di depan terminal (menerima) beragam dari bus, ada yang Rp5.000, Rp8.000, dan Rp10.000 kalau mau pakai karcis. Namun lebih banyak yang tidak diberikan karcis, kalau bis menginap dikenakan Rp15.000," kata Ninik di Terminal Bekasi, Jawa Barat, Minggu (29/12/2019).

Baca juga: Komplotan Pemeras Wisatawan Cipanas Bermodus Cuci Mobil Diciduk Polisi

Ninik mengatakan pihaknya memiliki video yang mengonfirmasi bahwa memang benar ada petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) yang menerima uang tanpa memberikan karcis retribusi yang seharusnya menjadi pemasukan bagi daerah.

Dia juga menemukan kasus angkutan kota (angkot) memberikan uang Rp4.000 kepada petugas Dishub yang ditukar dengan karcis retribusi namun di karcis tersebut tertulis Rp2.000.

"Sopir angkot membayar Rp4.000 namun di kertas retribusi tertulis Rp2.000, ini harus menjadi perhatian pengelola terminal," ujarnya.

Selain itu, dia juga menemukan fasilitas publik di Terminal Bekasi masih berbayar padahal seharusnya tidak dikenakan biaya.

Baca juga: Minta Minuman Kaleng ke Pelaku Usaha, Oknum ASN Ini Diciduk Cyber Pungli

Menurut dia, ada 19 fasilitas toilet umum di Terminal Bekasi dan dikenakan tarif Rp2.000 hingga Rp3.000 yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

"Dikerjasamakan dengan pihak ketiga tapi dikelola tidak masuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) karena masih menunggu Peraturan Wali Kota (Perwali) Bekasi yang terkait dengan toilet," katanya.

Ninik mengatakan pihaknya juga masih menemukan banyak warung di Terminal Bekasi dikenakan biaya sewa Rp200.000 hingga Rp300.000 dan tiap hari dikenakan biaya keamanan sebesar Rp5.000 hingga Rp10.000 namun tidak masuk PNBP.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: