Pantau Flash
Cair H-10! Sri Mulyani Siapkan Rp30,6 Triliun untuk THR PNS
Muhammadiyah Minta Warga Tahan Diri Tak Mudik Lebaran
Eks Ketua Pengadaan Bakamla Didakwa Rugikan Negara Rp63,829 Miliar
KRI Nanggala-402 Hilang Kontak, Menhan Prabowo: Segera Modernisasi Alutsista 3 Matra
Update COVID-19 22 April: Kasus Positif Naik 6.243 dengan Total 1.626.812

Ada Pengaruh ISIS di Kerusuhan Papua? Densus 88 Turun Tangan

Ada Pengaruh ISIS di Kerusuhan Papua? Densus 88 Turun Tangan Karo Penmas DivHumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Antara/Reno Esnir)

Pantau.com - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri masih menyelidiki ada tidaknya kaitan kericuhan di Papua dan Papua Barat dengan kelompok teroris ISIS.

"Keterlibatan ISIS dengan kerusuhan ini masih didalami," kata Brigjen Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Saat ini Polri sedang berupaya mengungkap dalang kericuhan.

"Yang jelas saat ini kami fokus mengungkap dalang kerusuhan dan melakukan pencegahan ke depannya," katanya.

Baca juga: Menhan Sebut Ada Pengaruh ISIS di Kerusuhan Papua

Sebelumnya, terjadi aksi demonstrasi berujung ricuh di sejumlah daerah di Papua Barat dan Papua selama dua pekan pada akhir Agustus 2019.

Aksi demonstrasi dilakukan sebagai protes atas kasus bernuansa rasisme yang menimpa para mahasiswa asal Papua di Surabaya, Jawa Timur pada Sabtu 17 Agustus 2019.

Belakangan, Polri menyebut tokoh separatis Papua, Benny Wenda sebagai dalang kericuhan di Papua dan Papua Barat. Benny diduga menyebarkan konten hoaks dan provokasi di media sosial dan ke petinggi-petinggi negara-negara di kawasan Pasifik.

Baca juga: Soal Ada Pengaruh ISIS di Papua, Komisi I: Baru Dugaan

Namun polisi tidak dapat melakukan penegakkan hukum terhadap Benny karena ia bukan lagi warga negara Indonesia.

Hingga saat ini polisi telah menetapkan 57 tersangka dalam aksi anarkis di Papua. Sementara di Papua Barat, ada 21 orang yang ditetapkan sebagai tersangka kericuhan.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: