Adam Deni Divonis 4 Tahun Penjara atas Kasus Publikasi Dokumen Rahasia Ahmad Sahroni

Headline
Adam Deni (Foto: Istimewa)Adam Deni (Foto: Istimewa)

Pantau – Terdakwa pegiat media sosial Adam Deni Gearaka dan Ni Made Dwita Anggari telah menjalani sidang vonis putusan kasus informasi dan transaksi elektronik (ITE) atas publikasi dokumen rahasia pembelian sepeda milik Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni.

Adam Deni Gearaka dan Ni Made Dwita Anggari pun divonis 4 tahun penjara dan denda sebesar Rp1 miliar subsider 5 bulan usai terbukti bersalah dengan sengaja tanpa hak melawan hukum dengan cara apapun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, memindahkan, dan menyembunyikan dokumen eletronik orang lain yang bersifat rahasia.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Adam Deni Gearaka dan Ni Made Dwita Anggari telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja tanpa hak melawan hukum dengan cara apapun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, memindahkan, dan menyembunyikan dokumen eletronik orang lain yang bersifat rahasia yang mengakibatkan terbukanya suatu informasi yang bersifat rahasia,” kata Hakim Ketua Rudi Kindarto di Pengadilan Negeri Jakarta Utara pada Selasa (28/6/2022).

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara 4 tahun denda Rp1 miliar subsider 5 bulan,” tambah Hakim Ketua Rudi Kindarto.

Adam Deni dan Ni Made diyakini jaksa melanggar Pasal 48 Ayat (3) jo Pasal 32 Ayat (3) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Diberitakan sebelumnya, Pegiat media sosial Adam Deni Gearaka dan Ni Made Dwita Anggari dituntut 8 tahun penjara terkait kasus informasi dan transaksi elektronik (ITE) karena mengunggah dokumen pembelian sepeda milik Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni tanpa ijin dengan harga fantastis.

Vonis ini dijatuhkan lebih berat karena kedua terdakwa tidak menunjukkan sikap penyesalan selama persidangan. Keduanya dituntut 8 tahun penjara.

“Para terdakwa tidak menunjukkan sikap penyesalan selama persidangan,” kata jaksa penuntut umum di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Jalan Gajah Mada, Jakpus, Senin (30/5/2022).

Jaksa menilai kedua terdakwa juga tidak bersikap baik selama proses persidangan. Hal itu, kata jaksa, terungkap dengan adanya keributan di pengadilan saat proses persidangan berlangsung.

“Para terdakwa tidak bersikap baik selama proses persidangan dengan terjadinya beberapa keributan di pengadilan pada saat persidangan ini,” ungkap jaksa.

Selain itu jaksa juga menyebut kedua terdakwa berbelit-belit saat memberikan keterangan di persidangan. Sedangkan hal yang meringankan, kedua terdakwa belum pernah di hukum.

“Terdakwa berbelit belit dalam memberikan keterangan. Hal yang meringankan, para terdakwa belum pernah di hukum,” imbuhnya.

Tim Pantau
Editor
M. Abdan Muflih